10 Anak Penyu Lekang Dilepas Kembali Di Pantai Samas
Minggu, 19 Sep 2004 17:42 WIB
Yogyakarta - Sepuluh ekor Tukik (anak penyu) dari 80-an ekor yang berhasil diselamatkan, hari ini Minggu (19/9/2004) dilepas kembali ke habitatnya di kawasan Pantai Samas Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pelepasan secara bertahap itu ditandai dengan dilepaskannya 10 ekor anak Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) dari pinggir laut oleh sekitar 15 orang mahasiswa asing peserta kursus Bahasa Indonesia di Wisma Bahasa Yogyakarta.Sebelum dilepaskan, para mahasiswa asing itu mendapatkan penjelasan mengenai seluk-beluk konservasi dan asal mula dilakukannya penyelamatan penyu oleh anggota Forum Konservasi Penyu Bantul (FKPB). Para anggota relawan penyelamat penyu yang sebagian besar warga nelayan Pantai Samas itu bersama mahasiswa asing dan aktivis Gerakan Peduli Lingkungan (GPL) Hijau, Pusat Penyelamatan Satwa Jogja (PPSJ) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta melakukan diskusi ringan.Rudjito bersama beberapa rekannya didampingi Rizky Sasono sebagai penerjemah menceritakan FKPB berdiri sejak tahun 2001. Sebelumnya dia bersama para nelayan sekitar Samas menjadi pemburu telur-telur penyu untuk dijual kepada masyarakat untuk dijadikan obat kuat. Setiap musim bertelur, sekitar bulan Mei hingga Agustus, mereka menjual telur penyu kepada pemesan seharga seribu rupiah per butir. Setiap hari bisa mendapatkan sekitar 10 - 30 butir telur di sekitar pantai Samas hingga Pandansimo.Namun setelah menjadi anggota konservasi penyelamat penyu yang berdiri sejak tahun 2001, semua telur-telur penyu diselamatkan agar tidak diburu dan tidak dimakan anjing dan musang. Di tempat penampungan sementara yang berbentuk lubang atau sarang sementara berisi pasir saat ini masih terdapat 50-an butir telur penyu yang akan menetas akhir bulan ini.Caranya, kata Rudjito, telur-telur yang ditemukan kemudian dimasukkan di tempat penetesan sementara atau bak yang ditutupi dengan pasir. Telur penyu akan menetas selama 50 - 60 hari. "Tukik yang sudah menetas di tampung di kolam berukuran 2 x 1 meter untuk mementau kesehatan sebelum dilepaskan kembali. Tukik-tukik itu selanjutnya kita tempatkan di kolam agar aman tidak dimakan hewan lain. Meski dari puluhan tukik yang menetas itu ada beberapa yang lahir cacat dan mati," kata Rudjito.Menurut Rudjito, mulai bulan Mei hingga Agustus kawasan Pantai Samas dan sekitarnya menjadi tempat bertelur penyu jenis penyu Lekang (Lepidochelys olivacea), penyu Hijau (Chelonia Mydas) dan penyu Belimbing (Deremochelys coriacea). Setiap penyu bisa bertelur antara 50 - 100 butir telur.Dengan antusias para mahasiswa asing menanyakan seluk beluk secara detail penyelamatan penyu, cara pemberian makan setiap hari sebelum dilepas, tempat habibat penyu menetas di kawasan Samudera Hindia hingga pembagian tugas kerja masing-masing. "Setiap hari bergantian, untuk makan anakan penyu kita beri ikan laut kecil atau udang kalau habibatnya hampir ada di sekitar pantai selatan Jawa," katanya.Pada saat penyu akan dilepaskan, para mahasiswa asing yang berasal dari Australia, Belanda, Jerman, Jepang, Inggris dan East Timor itu masing-masing negara mendapatkan 1-2 ekor anak penyu. Mereka berdiri berjajar dipinggir pantai sambil membawa nak penyu yang hndak dilepaskan.Pelan-pelan secara bersamaan anak penyu yang sudah diberi nama oleh masing-masing kelompok itu dilepaskan di pinggir laut. Anak penyu itu ada yang diberi nama Poncke yakni seorang tentara Belenda yang kemudian ikut menjadi tentara Indonesia.Pada saat dilepaskan mereka memberikan semangat kepada anak penyu agar segera berjalan menuju ke laut ketika ombak datang. Ketika sebuah ombak besar datang, anakan penyu itu seolah tahu sehingga yang sebelumnya berjalan pelan kemudian berjalan cepat mski tertatih-tatih dan terseok-seok. Merekapun terus mengawasinya hingga anak penyu itu berhasil kembali ke laut asalnya.Ketika ombak datang menyapu bibir pantai lagi, anakan penyu itu sempat terseret ke samping pental, namun dengan nalurinya kemudian berhasil menuju laut lepas. Saat anak penyu itu sudah hilang berenang ke laut, mereka pun langsung bertepuk tangan gembira.
(asy/)











































