Tentukan Capres, Masyarakat Demak Zikir Bersama
Minggu, 19 Sep 2004 17:17 WIB
Demak - Tampaknya masyarakat Demak percaya menentukan capres pilihan tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Untuk menunjukkan keseriusan dalam menentukan capres pilihan, mereka menggelar zikir bersama.Zikir bersama itu dilakukan di Masjid Agung Demak, Minggu (19/09/2004). Ribuan orang mengikutinya. Massa tidak hanya datang dari Demak, tapi juga dari daerah Semarang, Kudus, Purwodadi, Jakarta, Jepara, dan lain sebagainya.Zikir dipimpin Asisten Arifin Ilham, yakni Ustadz Komaruddin Mughni dari Jakarta. Selama kurang lebih dua jam, massa yang terdiri dari berbagai tingkatan usia itu melafalkan ayat-ayat suci Al-Qur'an dengan khusyuk. Pada saat bersamaan, beberapa orang tampak terus berdatangan.Setelah berzikir, Ustadz Komaruddin Mughni digantikan M Sajid untuk berceramah. Dalam ceramahnya, M Sajid mengatakan kegiatan zikir tidak boleh dipengaruhi oleh motif-motif keduniawian. Misalnya, dunia politik."Kita berkumpul di sini bukan dalam rangka mengarahkan suara dalam pilpres besok. Tapi hanya ingin merenung agar capres pilihan kita tepat. Presiden pilihan Allah," paparnya.Hal senada juga diungkapkan Ketua Panitia Edi Martin Ilyas. Ketika ditanya wartawan, Edi menjelaskan tidak ada satu motif apa pun dalam penyelenggaraan zikir bersama itu. Pihaknya hanya ingin mengajak masyarakat untuk berpikir jernih dan ikhlas sebelum menentukan capres pilihan."Lagi pula kami berpikir Demak sudah sangat lekat dengan tradisi Islam. Tidak ada salahnya kalau untuk menentukan capres mereka melakukan ritual agama seperti zikir ini," paparnya.Acara yang disponsori Yayasan Miftahul Jannah Jakarta ini berakhir sekitar pukul 13.00 WIB. Sebelum pulang, sebagian besar peserta memanfaatkan untuk berjalan-jalan di seputaran masjid yang memang diperuntukkan sebagai wisata agama. Di sana ada museum, makam sunan-sunan, dan peninggalan tua kerajaan Islam.
(asy/)











































