Mega Ancam Ganti Dirut Pertamina Bila Minyak Tanah Dipermainkan

Mega Ancam Ganti Dirut Pertamina Bila Minyak Tanah Dipermainkan

- detikNews
Minggu, 19 Sep 2004 15:34 WIB
Jakarta - Presiden Megawati mengaku jengkel dengan banyaknya kasus penyelundupan minyak tanah yang seringkali terjadi beberapa waktu lalu. Presiden pun mengancam akan mengganti direksi Pertamina bila minyak tanah masih dipermainkan. Menurut presiden, penyelundupan minyak tanah itu telah merugikan rakyat kecil dan negara. Untuk itu, presiden berharap agar jajaran direksi Pertamina yang baru dapat segera mengatasi masalah penyelundupan itu dengan baik. "Saya dulu jengkel sekali, karena masalah minyak tanah seringkali dipermainkan. Makanya, direksi yang lama saya ganti dan saya minta direksi yang baru segera mengatasinya. Jika tidak dilakukan, maka akan saya ganti lagi," kata presiden saat meresmikan peluncuran mobil tangki minyak tanah bersubsidi di depo BBM Plumpang, Jakarta Utara, Minggu (19/9/2004). Pada kesempatan itu, presiden juga meminta masyarakat untuk ikut memantau pendistribusian minyak tanah itu. "Jadi, masyarakat juga harus ikut memantau, tolong diperhatikan. Yang harus diingat, BUMN itu milik negara. Jadi, jangan sampai bangkrut dan harus mendapat keuntungan," kata presiden. Di tempat yang sama, Dirut Pertamina Widya Purnama menyatakan, Pertamina telah menghentikan program pewarnaan minyak tanah bersubsidi dan menggantikannya dengan program pewarnaan tangki. Langkah ini lebih efektif. "Untuk Jakarta saja terdapat penghematan sebesar Rp 7 miliar," kata Widya. Program pewarnaan tangki ini diatur dengan tangki warna merah untuk minyak tanah bersubsisi bagi masyarakat umum dan tangki warna hijau untuk minyak tanah industri. Hal ini akan segera diterapkan di seluruh tanah air. Pada kesempatan yang sama, presiden juga meminta masyarakat untuk memperhatikan aspek lingkungan demi keberadaan air bersih ke depan. Bila lingkungan tidak dijaga, dikhawatirkan tahun 2015 Jakarta akan mengalami krisis air bersih. "Kami akan mempopulerkan kesdaran masyarakat untuk mencintai lingkungan. Penanaman pohon harus digerakkan segera. Kalau tidak, air besih sulit didapatkan di Jakarta," kata dia. Dalam kunjungan ke Plumpang, presiden didampingi Menperindag Rini Soewandi. Sebelum berkunjung ke Plumpang, dalam kunjungan pada H-1 pilpres putaran kedua ini, presiden juga berkunjung ke Pasar Baru, Jakarta. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads