Golkar Optimistis Mega-Hasyim Raih 55% Suara
Minggu, 19 Sep 2004 14:39 WIB
Jakarta - Ketua DPP Partai Golkar Mahadi Sinambela optimistis Mega-Hasyim akan memenangkan pemilihan presiden (pilpres) putaran kedua dengan meraih 55% suara. Mahadi memprediksi, siapa pun yang menang, akan memilih selisih tipis dengan lawan. Hal ini disampaikan oleh Mahadi kepada wartawan seusai mengikuti doa bersama Koalisi Kebangsaan di Mega Center, Jl. Teuku Umar, Jakarta Pusat, Minggu (19/9/2004). Doa bersama ini dihadiri oleh Megawati dan para ketua umum parpol yang tergabung dalam Koalisi Kebangsaan. "Yang jelas, siapa pun pemenangnya, tidak mungkin menang di atas 50 persen. Maka, target kami hanya 55 persen. Yang penting menang," kata Mahadi. Menurut Mahadi, Koalisi Kebangsaan merupakan koalisi yang dipersiapkan untuk jangka panjang. Karena itu, bila nanti Mega-Hasyim kalah, maka Koalisi Kebangsaan akan terus bekerja sama, terutama di DPR dan DPRD, termasuk dalam pemenangan kepala-kepala daerah. "Di Jatim, kita hadapi PKB, Di DKI kita hadapi para pendukung SBY," ungkapnya. Mengenai quick count, Mahadi tidak mempermasalahkannya. Menurut dia, masyarakat tidak akan mudah dipengaruhi dengan quick count itu. "Hanya saja, kita minta dilakukan fair. Tak ada unsur titipan. Misalnya LSI, di dalamnya ada Denny JA. Itu kan agen SBY," tegasnya. Dulu, lanjut Mahadi, dalam pilpres putaran pertama, LSI memprediksikan SBY memperoleh 48 persen suara. "Tapi, nyatanya hanya 33 persen. Ada deviasi 15 persen. Mestinya, hal seperti ini dipertanggungjawabkan oleh LSI. Sekarang, LSI memprediksikan SBY 60 persen pada putaran kedua. Bisa dipertanggungjawabkan gak itu," ungkapnya. Mahadi membenarkan Koalisi Kebangsaan juga akan menggelar quick count dalam pilpres putaran kedua nanti. Sebagai penyelenggara adalah Institute for Good Governance.
(asy/)











































