Tim Sukses SBY Sesalkan Hartono

Isu SBY Punya Anak Saat di Akabri

Tim Sukses SBY Sesalkan Hartono

- detikNews
Minggu, 19 Sep 2004 14:09 WIB
Jakarta - Tim sukses calon presiden Partai Demokrat Jenderal TNI (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyesalkan pernyataan Ketua Umum PKPB Jenderal TNI (Purn) R. Hartono yang meminta SBY mengklarifikasi isu dia telah beristri dan memiliki anak sebelum dan saat mengikuti pendidikan Akabri.Direktur Blora Center Rully Charis, dalam jumpa pers di Blora Center, Jl. Teluk Betung, Jakarta Pusat, Minggu (19/9/2004) siang, mempertanyakan motivasi dan kapasitas Hartono sehingga menyampaikan permintaan itu."Kami menyesalkan pernyataan saudara Hartono yang meminta klarifikasi pada SBY atas kampanye gelap tersebut. Apa motivasi dan kapasitas beliau," kata Rully.Selanjutnya Rully menyatakan timnya akan segera rapat dan dalam waktu dekat akan menentukan tindakan hukum yang diambil kepada pihak-pihak yang terlibat kampanye negatif terhadap SBY. Khususnya terkait peredaran Tabloid Fakta yang memuat fakta-fakta sesat terhadap SBY."Kami sekarang memberi kesempatan untuk berdialog dengan semua pihak yang terlibat dan mengklarifikasi semua fitnah dan kampanye negatif terhadap pribadi dan keluarga SBY," ujarnya.Menurut Rully, Tabloid Fakta yang isinya merupakan kampanye negatif terhadap SBY mulai beredar pada saat dimulainya masa tenang, yakni Jumat (17/9/2004) lalu. Tabloid tersebut ditemukan di sejumlah masjid di Jakarta dan Jawa Timur.Skandal Penipuan AkabriTabloid yang dimaksud adalah Tabloid Fakta edisi Perdana. Di halaman muka tabloid setebal 12 halaman ini tertulis "Edisi Khusus 10 Alasan Tidak Pilih SBY".Tabloid ini berisi artikel yang menjelaskan kenapa masyarakat diminta tidak memilih SBY. Salah satu artikel berjudul "Terbongkarnya Skandal Penipuan Akabri" yang memuat berita SBY sudah menikah sebelum menikah dengan isterinya sekarang dan punya anak.Atas kabar atau isu itulah yang kemudian Hartono meminta SBY melakukan klarifikasi. Menurut Hartono, istri SBY memang telah mengklarifikasi kabar itu. Namun klarifikasi yang telah dilakukan oleh Kristiani Herrawati atau Ani SBY itu justru menimbulkan pertanyaan mengenai kebenaran berita itu.Hartono juga menegaskan apa yang dinyatakannya itu dinilai bukan upaya mengganjal pencalonan SBY. Bahkan, menurut dia, jika kabar itu ternyata tidak benar justru membantu membersihkan nama SBY. (gtp/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads