Antisipasi Kecurangan di 329.423 TPS, GRD Kerahkan Relawan
Minggu, 19 Sep 2004 11:31 WIB
Jakarta - Gerakan Rakyat untuk Demokrasi (GRD) yang didukung 117 elemen dan organisasi sosial kemasyarakatan akan mengerahkan relawan dan satgasnya untuk bersama-sama rakyat mengawasi proses pencoblosan pada pemilu presiden putaran kedua 20 September besok.Menurut anggota majelis kehormatan GRD, Samuel Koto, berdasarkan pengamatan GRD pada pilpres putaran pertama ada 329.423 tempat pemungutan suara (TPS) dari total 574.945 TPS yang rawan praktek kecurangan. "Jadi ada sekitar 57,29 persen yang rawan kecurangan. Ditengarahi TPS-TPS itu juga rawan kecurangan pada pilpres putaran kedua," katanya dalam jumpa pers di sebuah rumah makan di kawasan Taman Ria Senayan, Jakarta, Minggu (19/9/2004).Menurut Samuel, kecurangan tersebut terutama berbentuk manipulasi data hasil pemilu dan paling rawan terjadi di daerah terpencil. Manipulasi data hasil pemilu diperkirakan akan terjadi di semua tahap proses penghitungan suara mulai dari TPS, PPS, PPK, hingga KPU pusat.Karena itu GRD yang terdiri dari 117 ormas dan tersebar di 147 kabupaten/kota akan mengerahkan Satgas Jaga Bersama Suara Kita. "Satgas tersebut terutama akan mengawasi sekitar 329.423 TPS rawan kecurangan yang tersebar di lebih dari 147 kabupaten/kota."Selain mengawasi proses penghitungan suara di TPS-TPS, satgas tersebut juga akan mengawal proses penghitungan suara di tingkat PPS, PPK, hingga KPU pusat."Karena itu kami mengingatkan kepada semua pihak yang terkait untuk tidak melakukan berbagai praktek kecurangan pada pilpres putaran kedua nanti. Pemilu curang kami bergerak," tegas Samuel Koto.
(gtp/)











































