"Bukan tidak ada, tetapi nama yang muncul dalam skoring kapabilitas, integritas dan akseptabilitas nama yang berada dibawah skor 60 tidak dimunculkan," kata Direktur LSI Burhanuddin Muhtadi, kepada detikcom, Rabu (28/11/2012).
Menurutnya, tentu yang bisa menjawab secara jelas mengapa Ical tidak masuk dalam 18 besar adalah para narasumber survei LSI yang mereka minimal doktor, para pemimpin redaksi media, pimpinan LSM, Jenderal, pengusaha dan tokoh lain yang well perform person.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kebetulan nama Ical tidak muncul dari respon kita. Ini memang relatif kurang positif secara kualitas di mata narasumber kami," lanjutnya.
Ia menuturkan, karena responden atau narasumber yang digunakan dalam survei LSI ini bukan masyarakat luas melainkan opinin maker (pembuat opini), maka dalam konteks survei LSI agak sulit jika tokoh seperti Ical terpilih.
"Tentu lebih sulit menaklukkan hati parta opinion maker yang memiliki informasi politik lebih baik ketimbang kebanyakan masyarakat yang dari sisi pilihan tidak sebaik kalangan opinion maker. Karena yang bisa menaklukkan kalangan opnion laedar bukanlah pencitraan tetapi rekam jejak atau track record. Ya (Ical) harus memperbaiki diri kalau ingin maju," ucapnya.
"Tetapi dari survei ini saya juga sentil mereka capres alternatif yang masih malu-malu," lanjut Burhanuddin.
Survei LSI terkait tokoh potensial dan memiliki kualitas personal baru saja dipublikasikan. Jumlah responden yang disurvei sebanyak 223 opinion leader, 178 orang dipublikasikan namanya sebagai responden atau penilai. Setiap tokoh yang disurvei dinilai dengan sejumlah ukuran kualitas personal. Penilaian tiap item dengan skor antara 1-100.
5 Indikator kualitas personal yang dipertanyakan adalah penilaian bahwa tokoh bisa dipercaya, satu dalam kata dan perbuatan; tidak pernah melakukan atau diopinikan pernah melakukan KKN; tidak pernah melakukan atau diopinikan melakukan tindakan kriminal; diyakini mampu memimpin negara dan pemerintahan; dan dapat dipercaya mampu berdiri di atas semua kelompok atau golongan yang berbeda.
Berdasarkan kualitas personal tokoh-tokoh dengan nilai 60 atau lebih (lulus) menurut opinion leader adalah:
1. Mahfud MD 79
2. Jusuf Kalla 77
3. Dahlan Iskan 76
4. Sri Mulyani 72
5. Hidayat Nurwahid 71
6. Agus Martowardojo 68
7. Megawati Soekarnoputri 68
8. Djoko Suyanto 67
9. Gita Wirjawan 66
10. Chairul Tanjung 66
11. Endriartono Sutarto 66
12. Hatta Rajasa 66
13. Surya Paloh 64
14. Pramono Edhie Wibowo 64
15. Sukarwo 63
16. Prabowo Subianto 61
17. Puan Maharani 61
18. Ani Yudhoyono 60
(/rmd)











































