Bom Kedubes Australia
2 Tersangka Dikabarkan Ditangkap di Bandung
Sabtu, 18 Sep 2004 23:20 WIB
Jakarta - Kabar beredar, dua tersangka pembom Kedubes Australia dicokok aparat kepolisian di kota Bandung. Namun sayang, semua pejabat resmi kepolisian di wilayah ini tidak ada yang bisa memberikan konfirmasinya.Informasi yang beredar menyebutkan, dua tersangka pelaku itu ditangkap tim khusus dari Mabes Polri pada hari Kamis (16/9/2004) malam lalu. Satu orangdikabarkan ditangkap di kediamannya, kawasan Pasir Koja Bandung. Satu lagi, konon "diambil" aparat saat tengah naik angkot.Penangkapan para tersangka ini disebut-sebut sebagai hasil "berburu" diwilayah Pantura dan Priangan Timur. Kapolda Jabar Irjen Pol Edi Darnadiketika dikonfirmasi wartawan kemarin hanya menyatakan tim dari Polda Jabarsebatas membantu dan mendukung tim dari Mabes Polri dalam menangkap para tersangka itu.Sementara itu, Kapolresta Bandung Barat AKBP Edi Mulyono ketika dikonfirmasi Sabtu (18/9/2004) malam menyatakan belum tahu ihwal adanya penangkapan tersangka pelaku bom Kuningan di wilayahnya. "Kalau ada anak buah saya yang menangkap, pasti saya dapat laporannya dong. Tapi kalau tim dari Polda, apalagi dari Mabes, wah saya tidak tahu," katanya.Kaditserse Polda Jabar Kombes Pol Ahmad Abdi ketika dihubungi juga menyatakan hal yang sama. "Saya tidak tahu. Kalau ada tim dari Mabes yangmenangkapnya, mungkin sudah dibawa ke Jakarta. Coba saja ditanyakan ke Mabes," katanya singkat.Sementara Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Muryan S Faisal ketika dikonfirmasi menjawab diplomatis bahwa semua kewenangan untuk menjelaskan soal bom Kuningan ada di Mabes Polri. "Katakanlah, kami di Polda Jabar initahu dan mendapat laporannya, tetap saja kami tidak bias memberikan pernyataan apa pun kepada pers. Mohon dimengerti," katanya.Soal kabar masih adanya keluarga tersangka yang kini dikabarkan masih diperiksa di Polda Jabar pun tidak dijawabnya dengan tegas. "Semua prosespenyelidikan kasus bom Kuningan itu, dikoordinasi langsung oleh Mabes Polri," tegasnya lagi.Dari informasi yang beredar, mereka yang ditangkap di Bandung itu didugabukanlah pelaku langsung. Namun memiliki keterkaitan atau pernah berhubungan dengan tersangka utamanya, Dr Azahari dan Noordin M Top.
(dit/)











































