"Solusi mengejar ketertinggalan dari Malaysia, anggaran iptek ditambah, anggaran beasiswa ditambah, ditingkatkan juga penguasaan ipteknya," ujar Ketua Panitia Seleksi Penerima Habibie Award Wardiman Djojonegoro di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Rabu (28/11/2012).
Wardiman mengatakan anggaran penelitian di Indonesia saat ini mencapai Rp 1 triliun. Meski begitu, anggaran tersebut bukan hanya untuk penelitian, tapi juga untuk biaya operasional dan biaya non penelitian lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harapannya dengan penghargaan ini mereka terus berjuang dan mereka menjadi inspirasi bagi peneliti lainnya," tutup mantan Mendikbud.
Sebelumnya The Habibie Center menganugerahkan penghargaan Habibie Award kepada dua ilmuwan Indonesia atas prestasinya. Dua ilmuwan itu adalah Profesor Effendy dan Profesor Dr Teguh Santoso Sukamto.
Penghargaan ini merupakan periode ke 14 pada tahun 2012. Keduanya menerima piagam, medali, dan uang masing-masing sebesar US$ 25.000.
Prof Effendy MPd adalah penerima penghargaan di bidang Ilmu Dasar Kimia. Pria kelahiran 1956 ini adalah dosen FMIPA Universitas Negeri Malang. Effendy adalah peneliti alat X-Ray untuk struktur molekul.
Sementara itu Prof Dr Teguh Santoso Sukamto adalah penerima penghargaan Bidang Keilmuan Ilmu Kedokteran. Dia adalah dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Teguh adalah peneliti yang mengembangkan sel punca.
(mpr/nrl)











































