Walikota Jakut: Tak Semua Lahan di Kampung Sawah Digusur

Walikota Jakut: Tak Semua Lahan di Kampung Sawah Digusur

Prins David Saut - detikNews
Rabu, 28 Nov 2012 17:02 WIB
Walikota Jakut: Tak Semua Lahan di Kampung Sawah Digusur
Warga Cilincing tutup Jalan Cakung-Cilincing dengan membakar ban bekas. (David/detikcom)
Jakarta - Ratusan warga Kampung Sawah Cilincing yang melakukan penutupan Jalan Raya Cakung-Cilincing (Cacing) untuk memprotes penggusuran masih menunggu kedatangan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Lahan Kampung Sawah yang ditempati ribuan warga diketahui milik seseorang bernama Ruin bin Idih.

Walikota Jakarta Utara, Bambang Sugiyono, mengatakan warga Kampung Sawah akan mendapatkan rumah susun sembari menunggu kepastian status lahan seluas 33 hektar tersebut. Pembangunan rusun tersebut menunggu kepastian dari dinas perumahan DKI Jakarta.

"Jadi di lahan yang warganya akan digusur itu dibangun rusun. Itu nanti Dinas Perumahan yang mengurus," kata Bambang di kantornya Jalan Yos Sudarso, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (28/11/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bambang menambahkan warga akan langsung direlokasi ke rusun dan tidak akan ada penggusuran. Namun ia belum bisa menjamin karena status tanah belum bisa dipastikan oleh Bambang.

"Tapi saya belum bisa pastikan itu terealisasi ya. Ini baru rencana. Jadi saya juga belum bisa bilang warga tak jadi digusur. Kami koordinasikan dulu dengan PN Jakut soal status tanah ini dan rusun," ujar Bambang.

Bambang memperkirakan jika rencana rusun tersebut direalisasikan, maka akan dilaksanakan tahun depan. "apabila program rusun itu jadi, realisasinya tahun depan," ujarnya.

Sebelumnya, ratusan warga Kampung Sawah, Cilincing, Jakarta Utara, menduduki dan membakar ban menutup Jalan Cacing jalur ke arah Cakung selama 7 jam sejak pukul 06.00 WIB tadi. Namun setelah negosiasi yang alot antara perwakilan warga dengan Walikota Jakarta Utara yang menjanjikan kedatangan Jokowi, ratusan warga akhirnya membubarkan diripada pukul 14.00 WIB.

Warga mendapat kabar akan ada penggusuran di lahan milik Ruin bin Idih yang ditempati 7.789 jiwa tersebut. Warga telah menempati lahan seluas 33 hektar tersebut selama 25 tahun. Namun Bambang menjelaskan luas lahan yang akan digusur hanya seluas 2,2 hektar.

"Yang masalah itu hanya 2,2 hektar lahan di Kampung Sawah milik Ruin bin Idih. Tidak semuanya," tutup Bambang.

(vid/rmd)


Berita Terkait