"Saya kurang setuju, tapi kalau DKI memutuskan ya ikut," kata Ciputra kepada wartawan di acara Kompas CEO Forum di Jakarta Convention Center, Rabu (28/11/12).
Ciputra mengilustrasikan sebuah kawasan yang terpelihara akan banyak mengundang orang untuk datang. Sementara kawasan yang tak terpelihara justru kondisinya sebaliknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai orang yang membidani kelahiran kawasan wisata Ancol, ia mengusulkan kepada Pemda DKI untuk menyediakan pantai lainnya di luar Ancol yang digratiskan.
"Uang itu kan dipakai untuk pemeliharaan. Sekarang begini, orang yang masuk di Ancol orang yang berkepentingan. Saya kira DKI kalau perlu sediakan pantai yang tidak dibayar, dan Ancol berikan yang dibayar," seru Ciputra.
Ia memperkirakan jika masuk Pantai Ancol gratis akan berimbas pada kualitas perawatan di kawasan Pantai Ancol oleh PT Pembangunan Jaya Ancol.
"Tentu perawatan akan berkurang walaupun masih jalan," katanya.
Wacana masuk Pantai Ancol secara gratis berhembus usai tiga warga Jakarta yaitu Ahmad Taufik, Abdul Malik Damrah, dan Bina Bektiati menggugat pengelola Pantai Ancol Jakarta karena ketiganya dikenai tiket masuk pantai masing-masing Rp 15 ribu atau total Rp 45 ribu. Atas gugatan ini, Ancol menggugat balik ketiga warga Rp 1,5 miliar dan akan memberikan fasilitas alternatif kepada masyarakat.
Wakil Gubernur DKI, Ahok pun mendukung gagasan masuk Pantai Ancol gratis, meski hanya akhir pekan. "Oh, tadi kita sudah bilang sama Dirut Ancol, menang atau kalah kita pingin hitung di hari tertentu orang yang tidak naik mobil, (tidak) naik motor, yang naik bus bisa masuk Ancol gratis Sabtu-Minggu," kata Ahok, Selasa (27/11) kemarin.
Sampai saat ini perkara gugatan tersebut masih bergulir di PN Jakpus.
(hen/asp)










































