Antisipasi Teror Pemilu, Polri Turunkan Pengamanan Cadangan
Sabtu, 18 Sep 2004 19:30 WIB
Jakarta - Mabes Polri mengantisipasi adanya kemungkinan teror saat Pilpres putaran kedua. Hal ini dilakukan dengan menurunkan pengamanan cadangan untuk diperbantukan ke Polda Metro Jaya (PMJ). Hal ini disampaikan Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar usai melantik Guru Besar Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Irjen Pol Farouk Mohammad, Sabtu (18/9/2004) di Gedung Mutiara PTIK, Jakarta Selatan."Artinya, kemungkinan kalau ada serangan tentu akan berpengaruh luas karena Jakarta adalah barometernya," ujar Da'i.Da'i menyatakan di Jakarta banyak tempat umum yang harus diamankan, karena itu satuan cadangan dari Mabes Polri diperbantukan ke PMJ. Sedangkan terhadap kota besar lainnya juga harus menjadi perhatian khusus. "Sasaran teror yang sering saya katakan, tetruju pada Kedutaan tertentu, dan fasilitasnya, mabes polri, tempat pelatihan teror, itu yang biasa jadi sasaran. Tapi kita antisipasi kemungkinan bergesernya sasaran itu," lanjut Da'i.Lebih lanjut lagi Da'i menambahkan, saat ini anggota di lapangan sudah disebar di sekitar TPS. Total dua per tiga kekuatan akan diturunkan untuk mengamankan Pilpre putaran dua. Sedangkan sepertiganya akan bertugas rutin di wilayahnya masing-masing. "Untuk pengamanan di TPS daerah pasca konflik, seperti NAD diamanakan oleh dua petugas yang berkeliling. Posisinya mungkin lebih sedikit TPS. Bahkan ada satu TPS yang dijaga oleh anggota Polri langsung," tukasnya.Selain anggota Polri, menurut Da'i juga ditugaskan anggota TNI di tempat khusus. Hal ini dimaksudkan agar aktivitas TPS, termasuk petugas KPPS, dan masyarakat bisa menggunakan hak pilihnya dan tidak terganggu oleh separatis GAM. "TNI ditempatkan agar ada jaminan keamanan, sedangkan di daerah aman pada dasarnya TNI akan ditempatkan di tempat-tempat yang mudah dihubungi bila kita membutuhkan kehadiran mereka," demikian Da'i.
(dit/)











































