Pasca Pemilu Masih Akan Ada Bom

Pasca Pemilu Masih Akan Ada Bom

- detikNews
Sabtu, 18 Sep 2004 17:52 WIB
Jakarta - Teror bom tidak akan berhenti meskipun Pemilu Presiden (Pilpres) putaran kedua telah selesai. Pasca Pilpres, teror bom diduga kuat masih akan terjadi. Hal itu disampaikan Komandan Satuan Tugas Cegah Tangkal Operasi Mantap Brata Brigjen Pol Ito Sumardi kepada wartawan usai diskusi di Hotel Mario's Place, Menteng, Jakarta, Sabtu (18/9/2004).Lokasi dan waktu bom akan meledak, kepolisian hingga kini tak bisa memperkirakan. "Kita tak bisa memprediksi. Pelakunya punya pikiran dan rencana yang tak mungkin dideteksi alat apapun," kata Ito. Ito mengimbau RT dan RW berperan aktif menjaga keamanan selama dan pasca pencoblosan. Bila menemukan orang asing dan mencurigakan diminta segera diserahkan ke aparat kepolisian setempat. Mengantisipasi pengamanan Pemilu, polisi membagi daerah dalam dua 2 klasifikasi yakni Rawan I dan Rawan II yang didasarklan karakteristik masing-masing daerah. "Karena itu sampai saat ini status siaga I masih berlkau untuk seluruh Indonesia," kata Ito. Untuk pelaksanaan Pilpres 20 September 2004 ditempatkan seorang polisi untuk setiap 4 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Ito mengakui hal itu memang kurang menjamin efektivitas. "Tapi sumber daya kepolisiai cuma segitu. Dan sesuai keputusan KPU, setiap satu polisi akan diback up oleh linmas. Hanya itu yang bisa kita lakukan," kata Ito. Selain kemungkinan teror bom, Ito juga menyatakan, hasil penghitungan suara lewat quick count kemungkinan besar juga akan memicu situasi konflik bagi pihak-pihak yang tidak menerimanya. (iy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads