Beberkan Korupsi Kalla, Farid Faqih Diancam Pendiri PD
Sabtu, 18 Sep 2004 17:29 WIB
Jakarta - Farid Faqih mengaku mendapat ancaman keras melalui sms dari salah seorang pendiri Partai Demokrat berinisial M. Ancaman itu berkaitan dengan iklan dan berita dugaan penyelewengan dana Jamsostek oleh perusahaan milik Jusuf Kalla yang dimuat beberapa media massa.Hal ini diungkapkan Koordinator Government Watch (Gowa) Farid Faqih kepada wartawan dalam juma pers di Hotel Sahid Jl Jenderal Sudirman, Sabtu (18/9/2004). "Tadi pagi sekitar jam sepuluh saya terima sms dengan kata-kata yang serius. Sms itu dari nomor telepon 08169986XX," ujar Farid.Isi sms itu disebutkan Farid, "Gue janji kalau ketemu gue bunuh lo." Tak hanya satu sms itu yang diterima Farid, selang beberapa menit sms ke dua diterimanya dengan kata-kata yang jauh lebih kasar.Menurut Farid, sms itu dikirim oleh seseorang berinisial "M". Farid mengaku kenal baik dengan si pengirim, yang merupakan salah satu pendiri Partai Demokrat. "Saya tidak tahu apa alasan ancaman ini, memang sejak menjadi aktivis saya sudah sering menerima ancaman seperti ini. Tapi sangat disayangkan cara seperti ini masih dilakukan," imbuhnya.Farid mengakui telah memasang iklan di sejumlah media yang berisi seruan kepada para Capres untuk membuat kabinet pemerintahan yang baik, dan tidak menggunakan paham militerisme dalam memerintah. "Memang saya telah memasang iklan di televisi berisi seruan baik kepada Mega-hasyim mapupun SBY-Kalla, agar membuat kabinet yang kokoh, dan tidak ada anggota kabinetnya yang keluar sebelum habis periodenya," terang Farid."Iklan saya di beberapa radio, dan media cetak isinya mengajak agar orang tidak memilih capres yang akan bersikap militerisme. Apakah itu Mega atau SBY," Farid berujar.Kendati demikian menurut Farid, ancaman itu tidak hanya datang kepada dirinya, tetapi juga diterima sejumlah media massa yang diancam untuk tidak menayangkan iklan tersebut. Menghadapi ancaman ini Farid mengaku ketar-ketir juga. "Kalau ancaman sebelumnya tidak takut, tapi kali ini merasa takut karena saya sangat kenal dengan orang tersebut baik sikap dan karakternya," demikian Farid.
(dit/)











































