"Dari pukul 06.00 WIB, sampai pukul 12.30 WIB, kerugiannya sekitar Rp 100 juta. Kalau lebih lama lagi ya lebih besar lagi kerugiannya," kata Supervisor SPBU Cacing, Sutarto (39) pada wartawan di Jalan Cacing, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (28/11/2012).
SPBU tersebut terpaksa ditutup karena warga sudah berkumpul di depannya sejak pukul 06.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di SPBU itu juga terdapat dua truk kontainer yang tertahan sejak pukul 07.00 WIB saat sedang mengisi bahan bakar. Dua truk kontainer bernopol B 9018 JU dan B 9046 BOM itu diketahui hendak menuju Cakung.
"Saya lagi ngisi, tahu-tahu banyak orang ngumpul. Terus saya lihat ada kepulan asap, nggak tahunya ban dibakar tutup jalan," ujar salah seorang sopir kontainer bernama Eky (42).
Untungnya, Eky telah melakukan bongkaran di Muara Baru, dan dia hendak menuju Depo Cakung untuk mengisi kembali kontainernya dengan udang beku. Walau begitu, Eky menyayangkan dirinya tidak dapat melanjutkan perjalanan untuk sementara waktu.
"Dari pukul 07.00 WIB, mau ke Depo Cakung baru habis bongkar muat di Muara Baru. Ini mau mengangkut lagi tapi saya tertahan di sini, ya semoga cepat dibuka lagi," ujar Eky.
Saat ini ratusan warga Kampung Sawah yang menolak penggusuran masih bertahan menutup Jalan Raya Cacing ke arah Cakung. Warga menutup jalan dengan menduduki jalan dan membangun tenda di tengah jalan, sisa pembakaran ban pun masih menyala 20 meter di belakang tenda warga.
(vid/rmd)











































