4 Bulan Darurat Sipil di Aceh, 182 Sipil Jadi Korban

4 Bulan Darurat Sipil di Aceh, 182 Sipil Jadi Korban

- detikNews
Sabtu, 18 Sep 2004 16:12 WIB
Banda Aceh - Selama kurun waktu empat bulan penerapan darurat sipil di Aceh, sedikitnya 182 orang sipil sudah menjadi korban. Sebanyak 67 orang tewas, 56 luka-luka dan 59 dinyatakan hilang. Terakhir, 7 nelayan ditemukan tewas mengenaskan dengan leher tergorok di Kecamatan Sultan Daulat, Kabupaten Aceh Singkil."Jika ada baku tembak antara pasukan TNI/Polri dengan GAM di perkampungan, ekses yang terjadi kadang-kadang tidak bias dihindari. Tapi, banyak juga dari kejadian warga sipil ini dilakukan oleh GAM, ditembak atau diculik GAM," terang Juru Bicara Penguasa Darurat Sipil Daerah (PDSD) Kombes Sayed Hoesayni pada wartawan di Media Center PDSD, Banda Aceh, Sabtu (18/9/2004).Seperti yang baru terjadi kemarin, dikatakan Sayed, tujuh nelayan di Kecamatan Sultan Daulat yang diculik pada Kamis pekan ini, pada keesokan harinya ditemukan telah menjadi mayat di tepian Sungai Gelombang, Aceh Singkil.Ketujuh korban itu, Abdul Rajab Ujang (25), Jumita (25), Sabaruddin (35), Umar Lingga (50), Labaidin (22), Kuala (33) dan Pondok (45). Semua korban berasal dari Desa Bunga Tanjung. "Pelakunya adalah anggota GAM," tandas Sayed.Tak hanya sipil, di pihak TNI dan Polri juga banyak jatuh korban. Selama empat bulan ini saja, sudah 26 TNI yang tewas dan 78 luka-luka. Sedangkan di pihak Polri, tewas 10 orang dan luka-luka 45 orang. Di pihak GAM, tewas sebanyak 475, tertangkap 242 dan menyerah 484 orang. (nrl/)


Berita Terkait