Polri Tetapkan 4 Tersangka

Bom Kedubes Australia

Polri Tetapkan 4 Tersangka

- detikNews
Sabtu, 18 Sep 2004 15:48 WIB
Jakarta - Mabes Polri menetapkan empat orang dengan inisial AAH, UB, IS dan DN sebagai tersangka terkait peledakan di depan Kedubes Australia.Keempatnya bukan pelaku utama dan tidak masuk dalam daftar buron yang disayembarakan. Mereka sudah ditahan.Hal itu disampaikan Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar dalam jumpa pers di Hotel Sari Pan Pasific, Jl. MH Thamrin, Jakarta, Sabtu (18/9/2004). Da'i didampingi Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Firman Gani, Kabareskrim Mabes Polri Irjen Pol Suyitno Landung, Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Paiman dan Kepala Divisi Propam Irjen Pol Supriyadi.Tiga tersangka yakni UB, IS dan DN ditangkap sebelum bom meledak di depan Kedubes. Ketiga orang itu terkait bom Kedubes karena menyembunyikan keberadaan Azahari. Sedangkan AAH ditangkap setelah peledakan. Ia orang baru yang mengenal dekat dan membantu Azahari membawa bahan peledak untuk bom Kedubes.AAH mengakui bersama Azahari dan Rois mengangkut bahan peledak dari Menceng Cengkareng ke rumahnya di Jawa Barat atas perintah Rois. Azahari bahkan pernah menginap 2 malam di rumah AAH.Dalam pemeriksaan AAH mengatakan, bahan bom disimpan dalam 4 kotak dan 6 tas ransel. Bahan peledak itu kemudian diangkut dengan menggunakan Daihatsu Zebra box putih dengan nomor B 9065 NH. AAH,dalam bom Kedubes hanya berperan menyembunyikan bahan peledak. "Ia mengakui bahan yang dibawamya adalah bom. Tapi dia hanya bertugas menyembunyikan. Dia tidak tahu bahan bom itu dari mana. Dia bukan pembelinya. Dia cuma membawa," kata Kapolri.Selama ini polisi telah memeriksa 79 orang. Dari jumlah itu 10 orang termasuk AAH ditangkap karena diduga menjadi pelaku. "Mereka (10 orang) yang ditangkap akan diperiksa selama 7 kali 24 jam sesuai UU teroris bila tidak cukup bukti mereka akan dilepas," kata Da'i. Pembeli DaihatsuDalam jumpa pers itu, Kapolri juga menjelaskan perjalanan mobil daihatsu box B 9065 NH. Dari file Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya ditemukan pemilik mobil tersebut adalah seseotang berinisial JA. Kemudian mobil itu secara berturut-turut dijual kepada ES, TS, SJ dan CY. Terakhir 6 Agustus 2004 mobil diberli 3 orang yakni Heri, Mr X dan MR Y. Mobil dibeli di showroom mobil di Jl. Jatimakmur, Bekasi..Dari orang yang mengaku bernama Heri, polisi membuat sketsa 3 orang pembeli mobil terakhir. Dari informasi saksi yang menjual mobil tadi, Heri berambut sedikit ikal, hidung mancung, berkumis tipis, berjenggot dan mempunyai ada bulu tipis di bawah mulut."Setelah dicocokkan identitas Heri mirip dengan dokumen foto tersangka yang kita cari sebelum bom Kuningan. Memang foto itu tak jelas, tapi ada bagian-bagian yang mirip dengan muka yang digambarkan oleh saksi sebagai Heri," kata Da'i.Setelah mobil dibeli, mobil dibawa dari showroom ke rumah AAH di Jabar. Kemudian dibawa ke Banten. Lalu dibawa ke rumah perakitan bom di sekitar Jakarta. Dan selanjutnya meledak di depan Kedubes Australia. (iy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads