Pantauan detikcom di lokasi, Rabu (28/11/2012), puluhan massa menolak penggusuran rumah mereka dengan cara membakar ban dan memblokir jalan. Hingga pukul 09.50 WIB ini, mereka masih bertahan memblokir jalan. Antrean kendaraan dari arah Cilincing menuju Cakung sangat padat hampir tidak bergerak, diperkirakan panjang antrean kendaraan mencapai 4 kilometer. Sedangkan arah sebaliknya dari arah Cakung ke Cilincing padat merayap.
Untuk memperlancar arus lalu lintas di sekitar lokasi demonstrasi tersebut, polisi dan dinas perhubungan mengambil satu jalur dari tiga jalur menuju Cilincing. Contraflow ini diberlakukan sepanjang 1 kilometer untuk mengurai kemacetan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami telah menempati lahan ini sejak 25 tahun. Dahulu lahan ini adalah rawa sedalam 2 meter lebih," kata salah seorang perwakilan warga, Hanca Simbolon di lokasi.
Hanca menjelaskan warga diusir dengan semena-mena, sehingga hal ini menimbulkan kekesalan warga. "Jangan mengusir kami seperti kambing. Kami adalah manusia dan meminta hak kami, yaitu uang bangunan yang sesuai. Jika tidak ditanggapi kami akan terus melakukan demo," ujarnya.
Sebelumnya, Kapolres Jakarta Utara Kombes Pol M Iqbal sempat mendatangi lokasi untuk berdiskusi dengan para warga tersebut. Aksi pemblokiran ini terjadi sejak pukul 06.00 WIB yang menolak penggusuran yang dilakukan oleh Satpol PP tersebut.
(vid/rmd)











































