4 Lautan Sampah yang Butuh Gebrakan Ampuh Jokowi

4 Lautan Sampah yang Butuh Gebrakan Ampuh Jokowi

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Rabu, 28 Nov 2012 09:53 WIB
4 Lautan Sampah yang Butuh Gebrakan Ampuh Jokowi
Jakarta - Panorama hamparan sampah menghiasi kali-kali di Ibukota dan menjadi biang kerok banjir. Larangan dan sanksi bagi warga nakal yang membuang sampah di kali seakan tidak bergigi. Dibutuhkan gebrakan ampuh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menyetop kebiasaan buruk itu.

Dalam blusukannya memantau banjir, Jokowi terus mengimbau warga Ibukota untuk menghilangkan kebiasaan membuang sampah di kali. Eks Wali Kota Solo ini juga meminta warganya menggalakkan gotong royong dan kerja bakti di lingkungannya.

Namun warga tetap bandel membuang sampah-sampah rumah tangga di kali. Kali pun menjadi tersumbat dan mengakibatkan banjir di musim hujan.

Berikut 4 lautan sampah di Jakarta:

1. Sampah Sumbat Kali Serdang

Arus air di Kali Serdang tidak mengalir. Panjang sampah yang menumpuk itu bisa mencapai 500 meter, dimulai dari pintu air Kali Serdang yang berbatasan dengan Kali Sentiong, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Air yang ada di kali ini hampir tidak bisa terlihat. Belum lagi bau amis yang menyengat. Jika masih ada air yang terlihat, warnanya pun sudah sangat hitam pekat. Sarang nyamuk bermunculan.

"Iya Pak Jokowi harus lihat kali di sini, penuh sampah," ujar Sekretaris RW I, Haryoto (49), di Kelurahan Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (27/11/2012).

Kalimat yang dilontarkan oleh Haryoto bukan tanpa alasan. Haryoto telah berulang kali meminta kepada warga Kelurahan Serdang dan Kecamatan Kemayoran untuk segera mengangkut sampah yang sudah menumpuk. Namun baru hari itu, petugas kebersihan datang untuk mengangkut sampah-sampah dengan mengandalkan tenaga manusia. Padahal, penggunaan alat berat seperti ekskavator sangat diperlukan.

2. Sampah Betah di Pintu Air Manggarai

Meski sudah dikeruk, sampah-sampah tetap menyambangi pintu air di Manggarai. Padahal, Jokowi telah memerintahkan sampah itu dibersihkan pada 3 November lalu.

Pintu air yang mengatur debit air di ring-1 Jakarta itu terlihat didominasi oleh limbah rumah tangga seperti styrofoam, plastik, dan sampah anorganik lainnya.

Sampah itu terlihat menggunung di pojok pintu air. Padahal sebuah spanduk larangan sudah tertempel di pintu air.

Spanduk yang berukuran 1x3 meter itu bertuliskan 'Cegah Bencana Banjir Dengan Tidak Membuang Sampah ke Sungai'. Ironisnya, di bawah spanduk yang berlogo Pemprov DKI Itu, tumpukan sampah tetap ada.

Sebuah alat berat yang bernama eskavator pun terlihat siaga. Eskavator itu nampak tidak bergerak.

Saking banyaknya sampah di sana, tumpukan sampah yang mengapung di sungai itu bisa diinjak seseorang untuk berdiri. Terlihat 3 orang berdiri di atas tumpukkan sampah itu. Mereka melakukan aktivitas syuting di lokasi tersebut.

"Tidak mungkin hilang sampah di sini, ini kan sampah dari seluruh Jakarta," ujar Wanto, seorang warga.

3. Gunung Sampah di Kali Ciliwung

Jokowi diminta mengubah kebiasaan warga membuang sampah di kali, salah satunya di Kali Ciliwung.

"Jokowi harus terus mengingatkan masyarakat. Jangan hanya sebatas imbauan, tapi juga melalui kampanye, pendidikan, dan juga melalui contoh," kata Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jakarta, Ubaidillah, saat berbincang dengan detikcom, Senin (26/11/2012).

Ubaidillah menambahkan, ada sejumlah alasan yang membuat masyarakat nekat membuang sampah ke sungai atau kali. Sarana dan prasarana yang tidak menunjang menjadi salah satu penyebab.

"Mereka kesulitan untuk mendapatkan tempat pembuangan sampah," tuturnya.

4. Saluran Air Juga Penuh Sampah

Tidak hanya kali, saluran-saluran air di Jakarta rawan sampah. Sampah-sampah itu menyumbat dan melahirkan genangan-genangan di lajur jalan raya saat musim penghujan.

Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta bekerja ekstra membersihkan saluran air di bahu jalan. Mereka membersihkan saluran air penghubung di Jalan Al Kamal, Kedoya, Kebon Jeruk, Pademangan, Kembangan, Kalijati Pondok Labu, Utan Kayu Selatan, saluran air di Cawang dan Kramat Jati.

Kepala Dinas PU Ery Basworo mengatakan pembersihan saluran air rutin dilakukan. Namun khusus di Pademangan Timur, Ery mengaku mendapat instruksi langsung dari gubernur baru Joko Widodo saat melakukan inspeksi mendadak 16 Oktober lalu.

"Kita kerja terus menerus. Kebetulan Pak Gubernur memberi instruksi di suatu tempat (Pademangan Timur), jadi kita arahkan di tempat tersebut. Sementara di tempat-tempat lain jalan terus," kata Ery kepada detikcom, Sabtu (20/10/2012).
Halaman 2 dari 5
(aan/nrl)


Berita Terkait