Aksi Tempo, Wartawan Pekanbaru Bersitegang dengan Polisi
Sabtu, 18 Sep 2004 15:30 WIB
Pekanbaru - Puluhan wartawan di Pekanbaru melakukan aksi demo solidaritas atas vonis yang dijatuhkan Pemred Tempo, Bambang Harymurti, di Polda Riau, Sabtu (18/9/2004). Wartawan sempat bersitegang dengan anggota polisi yang sedang piket jaga.Semula, aksi dipusatkan di bbundaran depan kantor Walikota Jl Sudirman Pekanbaru. Layaknya sebuah demo, wartawan juga mengusung sejumlah poster yang intinya mengecam aparat penegak hukum yang tidak memperlakukan UU Pers dalam mengadili kasus Tempo. Mereka berorasi hingga memacetkan lalu lintas. Tidak ada pengawalam polisi dalam aksi demo ini.Dengan iring-iringan sepeda motor sembari menghidupkan lampu dan klakson, mereka beranjak menuju Mapolda Riau. Setelah memakirkan kendaraannya di luar pagar Polda Riau, wartawan kembali menggelar aksinya.Sialnya, kedatangan wartawan yang sebagian besar merupakan anggota wartawan unit Polda Riau justru ditentang anggota polisi yang sedang piket. Salah seorang anggota polisi berpakaian preman dengan dikawal 2 anggota berpakaian dinas, sempat bersitegang dengan wartawan yang mengusung sejumlah poster."Ngapain kalian datang ke Polda Riau. Memangnya kalau wartawan, sesuka hati kalian untuk melakukan aksi demo," ungkap anggota polisi dengan nada emosi.Kendati kehadiran wartawan ditolak petugas piket, namun wartawan tetap bertahan di pintu gerbang Mapolda Riau di Jl Sudirman itu. Mereka tidak peduli walau piket meminta wartawan bubar. Karena terus bertahan, jumlah anggota polisi kian banyak yang menghadang di depan pintu gerbang.Salah seorang perwira, mengusir wartawan untuk tidak masuk ke halaman Polda Riau. Pihak kepolisian menanyakan surat pemberitahun tentang demo yang mereka gelar."Mana surat pemberitahuan kalian untuk melakukan aksi demo ke Polda ini? Kalian wartawan kan tahu peraturan, jangan mentang-mentang wartawan lantas seenaknya melakukan demo," ketus perwira itu.Diminta surat pemberitahuan, ramai-ramai wartawan berteriak. "Kami demo spontanitas dan tidak ada ketua koordinatornya di sini. Kami tidak akan anarkis," timpal wartawan sembari tertawa.Malah wartawan ramai-ramai berteriak memanggil Kabid Humas Polda Riau AKBP S Pandiangan yang selama ini dikenal cukup dekat dengan insan pers. "Pak Pandiangan, kami tidak boleh masuk ke Polda Riau," teriak wartawan.Tidak berapa lama, akhirnya ketegangan wartawan dengan piket penjaga cair setelah Kabid Humas menghampiri wartawan. "Tolong jangan halangi mereka masuk," kata Pandiangan terhadap penjagaan piket. Wartawan kembali bersorak. "Hidup Kadispen Polda Riau," seru wartawan.Di hapan Kabig Humas Polda Riau, wartawan diberi kesempatan untuk menyampaikan aspirasinya. Wartawa meminta agar pihak kepolisian dalam menyelesaikan kasus pemberitaan media massa menggunakan UU Pers dan bukan KUHP seperti kasus Tempo.
(nrl/)











































