Direktorat Lalu Lintas dalam keterangan tertulisnya, Rabu (28/11/2012) menyampaikan, operasi yang bertujuan untuk mengembalikan fungsi trotoar akan digelar di 13 lokasi, penertiban parkir on the street di 18 lokasi, penertiban motor pada lajur kiri di 13 lokasi.
Operasi juga akan digelar di jalur busway di 10 lokasi, pelanggaran angkutan umum di 18 lokasi, di titik rawan kecelakaan digelar di 22 lokasi dan di titik rawan macet atau pelanggaran digelar di 21 lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Operasi bertujuan menciptakan situasi lalu lintas yang aman, tertib dan lancar dengan indikator menurunnya angka kecelakaan baik secara kuantitas atau pun secara kualitas. Selain itu juga agar kepatuhan dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas meningkat sehingg tercipta kepercayaan terhadap Polri dengan membangun opini melalui penegakan hukum lalu lintas secara profesional dan proporsional.
Sehingga dengan demikian, target operasi 'zero complain' tercapai dan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam betapa pentingnya tertib berlalu lintas.
Guna mendukung operasi ini, Polda Metro Jaya melibatkan perkuatan sebanyak 2.896 personel. Operasi dilakukan selama 14 hari mulai hari ini hingga tanggal 11 Desember 2012.
Operasi mengedepankan preemtif dan preventif dengan didukung penegakan hukum terhadap pelanggaran yang berpotensi mengakibatkan kecelakaan dan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor. Adapun, pola operasi yang bersifat preemtif dan preventif masing-masing memiliki porsi 40 persen, sementara represif 20 persen.
(mei/mad)











































