Bagi Hermawan, bukan hal mudah mengawasi para napi yang tinggal menunggu ajal ekseskusi mati.
"Mereka bisa mengawasi saya, tapi saya sulit mengawasi mereka. Selalu ada cara menghindar dari petugas," kata Hermawan, di ruang kerjanya, Nusakambangan, Cilacap, Selasa (27/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiga napi yang dibekuk BNN di Lapas Batu adalah Sylvester Obiekwe alias Mustofa, Obina Nwajagu alias Obina, dan Yadi Mulyadi alias Bule alias Aa. Seluruhnya dikenai vonis mati, khusus Yadi merupakan napi pembunuhan berencana yang terjadi di Sukabumi tahun 2000 lalu. Dua lainnya adalah napi berkewarganegaraan Nigeria dan tersangkut peredaran narkotika.
Hermawan mengaku terbantu dengan penangkapan tiga napinya oleh BNN. Dia pun membuka diri apabila ada anak buahnya yang tersangkut narkotika untuk diperiksa BNN.
"Kalau ada yang terlibat pegawai saya, monggo diborong saja. Saya pingin tenang kerja," tuturnya.
Menanggapi itu, Deputi Penindakan BNN, Irjen Benny Mamoto mengatakan harus ada upaya lokalisir khusus napi hukuman mati.
"Penanganan ke depan kami akan sampaikan tentang temuan ini di rapat koordinasi Polhukam, agar bagaimana penempatan napi khusus hukuman mati berada di satu tempat," jelas Benny.
(ahy/mad)











































