Siapa Menteri yang SBY Tegur?

Siapa Menteri yang SBY Tegur?

- detikNews
Selasa, 27 Nov 2012 20:14 WIB
Siapa Menteri yang SBY Tegur?
Jakarta - Di dalam rapat kabinet, Presiden SBY menegur menteri yang abai terhadap tugas pokoknya karena punya 'kegiatan' baru. Kepada siapakah teguran itu ditujukan?

"Ya semua menteri," jawab Jubir Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (27/11/2012).

Julian mendasarkan jawabannya kepada fakta bahwa tidak nama menteri atau kementerian yang disebut Presiden SBY. Namun peringatan itu tegas dikaitkan dengan penuntasan program kerja capaian target 2012.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tadi kaitannya kan dengan para menteri," sambungnya.

Apakah konteks peringatan adalah laporan Seskab Dipo Alam kepada KPK soal dugaan kongkalikong di kementerian? Atau Menteri BUMN Dahlah Iskan yang bolak-balik ke DPR untuk melaporkan dugaan pemerasan terhadap BUMN?

"Nantilah, saya tidak bisa jelaskan sepotong-sepotong," jawab Julian.

Seperti diberitakan sebelumnya, di saat buka rapat kabinet paripurna Presiden SBY menyampaikan ada kementerian yang abai terhadap tugas pokok. Dia ingatkan, bahwa setiap ide atau kegiatan, sebaiknya dilaksanakan bila program yang di dalam RKP dan APBN telah tuntas.

"Kalau saudara mempunyai ide dan kegiatan yang membawa ke kebaikan, itu bagus sekali. Saya angkat jempol," ujar SBY.

"Tetapi setelah tugas utama kita dijalankan. Jangan sampai malah program aksi yang ada dalam RKP dan APBN diabaikan dan saudara melalukan sesuatu yang dipikir sendiri bagus tapi mengganggu secara keseluruhan," sambung SBY.

Sebelumnya ditekankan, bahwa seluruh anggota kabinet adalah satu kesatuan yang saling dukung dan melengkapi. Kabinet punya program dan rencana kerja dalam dituangkan dalam APBN dan RKP (Rancangan Kerja Pemerintah) yang sudah diketahui bersama.

Termasuk juga intruksi dan arahan yang disampaikan baik tertulis dan lisan. Semuanya wajib hukumnya untuk dikerjakan oleh kementerian yang bersangkutan.

"Saya ingatkan itu. Evaluasi saya, ada yang terabaikan, yang pokok-pokok kemudian lakukan sesuatu yang baru," wanti SBY.

"Sekali lagi, saya puji dan hargai manakala tambahan prakasa kegiatan itu melengkapi, bulatkan, dan meningkatkan capaian. Bukan untuk mengganti sesuatu yang pokok karena sudah ditetapkan di APBN dan RKP. Itu sistem yang harus kita jalankan," tegas SBY.

(lh/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads