Mega Tepis Anggapan Berkampanye dengan Bantuan
Sabtu, 18 Sep 2004 13:35 WIB
Sragen - Presiden Megawati Soekarnoputri yang saat ini juga menjadi salah satu capres, memberikan berbagai bantuan dalam kunjungannya ke Sragen, Jawa Tengah, Sabtu (18/9/2004). Dia mengetahui ada pihak yang menilai bahwa pemberian bantuan itu sebagai kampanye terselubung, namum dia menyangkal pendapat itu.Kunjungan Megawati itu dipusatkan di sentra industri dan kerajinan Asmindo Sragen (Simas) di Kalijambe, Sragen. Acara intinya adalah peresmian sentra industri tersebut serta pelepasan ekspor perdana mebel oleh Simas ke Australia dan Amerika Serikat.Namun kesempatan itu juga digunakan oleh Megawati untuk memberikan berbagai bantuan untuk berbagai jenis, seperti bantuan alat-alat pertanian, sarana kesehatan, KB, sarana dan prasarana sekolah, beasiswa, hutan rakyat hingga bantuan program pinjaman usaha mikro layak tanpa agunan.Ketika memberikan sambutan tanpa teks selama 18 menit, Megawati menceritakan bahwa bantuan program pinjaman usaha mikro layak tanpa agunan yang dia berikan kepada banyak pengusaha kecil dan menengah selama ini, seringkali disalahmengertikan oleh pihak lain dan bahkan ada yang dinilai oleh Megawati sering berkata miring tentang bantuan tersebut."Bahkan ada bicaranya miring bahwa program pinjaman usaha mikro layak tanpa agunan ini hanyalah kampanyenya Ibu Mega sebagai capres. Bantuan ini, kata mereka, akan berhenti nanti setelah 20 September. Padahal ini program pemerintah berkelanjutan. Para pengusaha kecil dan menengah yang layak tetap bisa mengambilnya setelah 20 September," ujar Mega.Selanjutnya ditegaskan oleh Mega bahwa program pinjaman usaha mikro layak tanpa agunan adalah program jangka panjang untuk memberikan bantuan penguatan dana bagi sektor usaha kecil dan menengah. Hal tersebut, kata Megawati, perlu dilakukan mengingat kekuatan dan tulang punggung perekonian Indonesia ada pada sektor usaha kecil dan menengah."Harapan saya nantinya program ini bisa menyebar ke seluruh daerah, sehingga seluruh pengusaha di sektor kecil dan menengah yang layak bisa memanfaaatkannya. Dengan demikian mereka akan mengalami peningkatan. Jadi bukannya cara untuk berkampanye yang cuma sesaat saja," kata presiden.Inginkan Proses Pemilu Lebih CepatNamum demikian pada kesempatan itu Megawati akhirnya juga menyinggung soal proses pemilu yang dinilainya terlalu lama memakan waktu. Diharapkannya DPR periode mendatang bisa mengatur proses pemilu yang lebih singkat agar tidak banyak menghabiskan tenaga dan pikiran."Lusa kita akan melakukan pesta demokrasi setelah berproses selama delapan bulan. Sebuah waktu yang cukup lama. Saya sudah bicara dengan ketua DPR dan ketua-ketua fraksinya tentang proses yang cukup memakan waktu itu. Semoga pemerintahan yang baru mendatang, bersama dengan DPR yang baru juga, bisa melihat hal ini dengan melakukan penjadwalan yang lebih ringkas," harapnya.
(nrl/)











































