Ba'asyir Belum Diperiksa Soal Bom Kedubes Australia
Sabtu, 18 Sep 2004 12:37 WIB
Jakarta - Pengacara Abu Bakar Ba'asyir, M.Luthfi Hakim menyatakan, sejauh ini belum ada pejabat negara atau polisi yang bertanya langsung kepada Ba'asyir mengenai keterlibatannya dalam bom Kedubes Australia."Kalau serius dituduh, beliau pasti yang paling awal diselidiki. Tapi sejauh ini belum ada," kata Luthfi usai membacakan pernyataan tertulis kliennya di halaman LP Cipinang, Jl.Bekasi Raya, Jaktim, Sabtu (18/9/2004).Luthfi menyatakan, Ba'asyir saat ini mengaku sangat kesal dan capek dengan tuduhan pihak aparat yang berkali-kali ditujukan kepadanya dalam berbagai kasus bom.Apa Ba'asyir mengetahui keterlibatan Jamaah Islamiyah (JI) seperti yang disebut-sebut selama ini? "Beliau meragukan keterkaitannya. Kapabilitas mereka menurut Ustadz dalam melakukan pengeboman sulit dicari pembenarannya, termasuk dalam kasus bom Bali. Jadi untuk bom di Bali pun beliau ragu Muklas yang melakukannya. Beliau justru curiga yang membuat bom itu adalah intelijen AS dan Australia," jawab Luthfi. Sejauh ini, kata Luthfi, kliennya tidak pernah sekali pun bertemu dengan Dr.Azahari.SMSDalam satemen tertulisnya, Ba'asyir merasa difitnah dalam kasus bom Kedubes. Fitnah itu menurutnya, diawali dengan pernyataan Menlu Australia Alexander Downer yang menyatakan, adanya perwira Polri yang menerima pesan SMS yang isinya akan terjadi pengeboman jika Ba'asyir tidak segera dikeluarkan dari tahanan.Ba'asyir menilai, fitnah itu sangat keterlaluan. Apalagi disampaikan oleh pejabat tinggi suatu negara asing. "Saya ingin bertanya, siapa sebenarnya perwira Polri yang menerima SMS itu. Apa tepatnya bunyi SMS itu. Kapan diterima, siapa dan nomor berapa pengirimnya?" tanya Ba'asyir.Begitu sulitkah menelusuri soal kebenaran tentang SMS ini sehingga sampai sekarang Polri belum mengungkapnya? Kalau benar ada SMS mengapa pejabat/perwira polri itu justru melaporkannya keada Alexander Downer yang jelas-jelas bukan atasanya?"Polri harus bisa dan berani mengupas tuntas masalah SMS ini. Bukan hanya untuk mengklarifikasi keterlibaan saya, tapi juga dem mempertahankan harkat dan martabat bangsa yang seenaknya diinjak-injak pemerintah Australia," tegas pria berjenggot putih itu.Selain menegaskan tidak terlibat dalam insiden bom, Ba'asyir juga menyatakan prihatin yang mendalam kepada korban bom dan keluarganya.
(nrl/)











































