Hillary dan Wartawan Pengedar Sabu Miliki Rekening Ratusan Juta

Hillary dan Wartawan Pengedar Sabu Miliki Rekening Ratusan Juta

Andri Haryanto - detikNews
Selasa, 27 Nov 2012 18:15 WIB
Jakarta - Nama Hillary K Chimize akhir-akhir ini membuat sontak dunia peradilan. Gembong narkotika kelas kakap ini mendapatkan keringanan hukuman yang semula divonis mati menjadi 15 tahun penjara melalui Peninjauan Kembali (PK).

Namun seperti tidak mengenal jera dan diberikan angin segar, laki-laki asal Nigeria ini kembali menjalankan bisnis haramnya dari balik Lapas Pasir Putih Nusakambangan.

Penangkapan Hillary sendiri bermula dari tertangkapnya jaringan pengedar sabu yang melibatkan oknum wartawan nasional berininisial AC, beberapa waktu lalu di Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Barang bukti yang disita dari tangan sang wartawati tersebut tidak tanggung-tanggung, 2,6 kilogram sabu yang disembunyikan di dalam sebuah bantal guling. Dari penyidikan BNN didapati bila kelompok pemasok sabu itu dikendalikan Hillary.

"Barang bukti yang ditemukan adalah rekening transaksi dari oknum yang berprofesi sebagai wartawan kepada Hillary," kata Deputi Penindakan, Irjen Benny J Mamoto, di Nusakambangan, Cilacap, Selasa (27/11/2012).

Namun Benny tidak mengetahui persis berapa jumlah uang yang dimiliki tersangka oknum watawati itu dengan Hillary.

Usut punya usut, seorang penyidik di BNN menyebutkan bila rekening yang dimiliki wartawati tersebut berjumlah lebih dari sepuluh dan berasal dari beberapa bank nasional dan luar negeri.

"Uang yang dimiliki lebih dari ratusan juta," kata penyidik tersebut kepada detikcom.

Dia menceritakan, dari transaksi yang kerap dilakukan wartawati tersebut, terlihat dia sering mengirimkan sejumlah uanh antara Rp 52 juta sampai Rp 60 juta sekali transaksi.

"Melalui fasilitas mobile banking dia (wartawati) melaporkan ke Hillary bila dia sudah mentrasfer uang itu," kata penyidik itu.

Bukan hanya itu, sang wartawati ternyata sering wara-wiri ke luar negeri. Hal itu terlihat dari paspor yang disita petugas dari tersangka.

Namun, saat dikonfirmasi kepada Hillary saat dijemput penyidik BNN, dia membantahnya. Dia mengatakan bila dirinya tidak mengenal nama wartawati yang dimaksud sebagai jaringan atau kaki tangannya.

(ahy/mok)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini