Perubahan kurikulum yang sedang dilakukan oleh pemerintah tidak akan memberikan efek perbaikan terhadap dunia pendidikan nasional. Sebab, pemerintah masih memberlakukan Ujian Nasional (UN) sebagai penentu utama kelulusan.
Menurut anggota Komisi X DPR Rohmani, sebagus apa pun kurikulum tidak akan mengubah cara pembelajaran di sekolah selama UN ada. Sekolah dan anak didik akan selalu berorientasi pada nilai ujian. Padahal, nilai ujian bukan tujuan utama dalam pendidikan nasional.
"Pendidikan kita nggak akan berubah selama diperbaiki secara parsial. Kalau memperbaiki harus menyeluruh. Mulai dari akarnya, bukan ranting persoalannya," jelas Rohmani dalam rilisnya, Selasa (27/11).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada akhirnya, anak-anak belajar untuk sekadar menyelesaikan tes. Guru-guru pun mengajar untuk menjadikan anak sekadar bisa menjawab tes," kata Rohmani.
Lanjut Rohmani, kalau tujuan sekolah hanya ini, buat apa pemerintah mengeluarkan biaya triliunan rupiah. "Kalau begitu tujuannya, cukup dirikan saja bimbingan belajar. Lebih murah dan lebih cepat menyelesaikan tes," tegas Rohmani.
Anggota DPR Dapil Jawa Tengah IX ini mengingatkan pemerintah agar lebih lebih filosofis dalam membuat kebijakan pendidikan nasional. Pendidikan harus diarahkan pada penguatan karakter, mendidik anak didik lebih terampil dan tangguh dalam menyikapi tantangan bangsa ke depan.
(nwk/nwk)











































