Ba'asyir Tuduh AS-Australia di Balik Bom Kedubes
Sabtu, 18 Sep 2004 11:52 WIB
Jakarta - Tersangka terorisme Abu Bakar Ba'asyir mengaku tidak terlibat sama sekali dan tidak tahu menahu dengan pengeboman yang terjadi di depan Kedubes Australia seminggu yang lalu.Ba'asyir justru menduga Australia dan AS berada di balik aksi pengeboman tersebut. Hal itu disampaikan Ba'asyir dalam statemen tertulisnya yang dibacakan oleh kuasa hukumnya, M.Luthfie Hakim. Pembacaan statemen dilakukan di halaman LP Cipinang, Jl.Bekasi Raya, Jaktim, Sabtu (18/9/2004). Saat ini Ba'asyir ditahan di LP Cipinang sebagai tahanan titipan Kejati DKI Jakarta. Ba'asyir dituduh terlibat terorisme. Menurut Ba'asyir, indikasi keterlibatan dua negara asing itu tercermin dari pengumuman travel warning dari pemerintah AS dan Australia yang dikeluarkan hanya beberapa hari sebelum terjadinya pengeboman."Saya justru menaruh curiga terhadap pemerintahan AS dan Australia sebagai pihak yang berada di belakang aksi pengeboman tersebut. Ini karena pengeboman terjadi setelah adanya travel warning dari pemerintah AS dan Australia dan ini berarti mereka sudah tahu dengan rencana pengeboman tersebut sebelumnya," kata Ba'asyir. Alasan lainnya, bom itu diledakkan di luar pagar kedutaan sehingga memakan korban rakyat kebanyakan, bukan staf Kedubes Australia.Karena itu Ba'asyir menuntut Kapolri untuk segera menghentikan berbagai penangkapan terhadap aktivis Islam atau pengurus masjid yang tidak bersalah yang dilakukan tanpa prosedur yang benar. Tindakan aparat kepolisian ini dikhawatirkan akan menimbulkan reaksi keras dari sebagian besar umat Islam. Ba'asyir meminta Kapolri bekerja secara profesional."Kalau tidak dapat menemukan pelakunya, jangan terus mengkambinghitamkan orang seperti saya. Pelaku teror harus dihukum dan dihentikan selama-lamanya. Tapi tindakan Polri terus-menerus menekan saya dengan serangkaian fitnah yang sistematis, dan terus-menerus diulang-ulang kepada pers," sesal pendiri Ponpes Al Mukmin Ngruki Sukoharjo ini.Fitnah yang dilancarkan Polri, menurutnya, menyangkut upaya pembunuhan yang akan dilakukannya terhadap Megawati ketika masih menjadi wapres. Selain itu, memfitnah akan melakukan makar terhadap pemerintahan yang sah dan menuduhnya terlibat bom Bali, dan mendalangi bom Marriott."Ini sangat menggelikan, karena waktu bom itu meledak, saya sudah dalam status tahanan di rumah tahanan negara. Dan kini saya difitnah lagi dengan mengkaitkan saya dalam peristiwa bom Kuningan. Sedangkan saya masih dalam tahanan di LP Cipinang," kata Ba'asyir.
(nrl/)











































