Penyidik KPK Berhenti Karena Abraham Samad Tidak Profesional

Penyidik KPK Berhenti Karena Abraham Samad Tidak Profesional

M Rizki Maulana - detikNews
Selasa, 27 Nov 2012 14:40 WIB
Penyidik KPK Berhenti Karena Abraham Samad Tidak Profesional
Abraham Samad Pamer Map Penetapan Tersangka Angelina Sondakh 3 Februari 2012
Jakarta -

Kompol Hendy F Kurniawan yang berhenti jadi penyidik KPK baru-baru ini, mengaku tidak puas dengan kinerja Ketua KPK Abraham Samad. Dalam curhatnya Hendy merasa gusar dengan tindakan Abraham Samad yang dinilai tidak profesional.

Hal itu diungkapkan Hendy saat jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Selasa (27/11/2012). Hendy membandingkan kinerja KPK di bawah pimpinan Antasari Azhar dan Abraham Samad.

"Kalau dulu pas zaman Pak Antasari, beliau sangat taat pada SOP (Standard Operating Procedure) dia juga membangun perkara melalui ekspose perkara. Dan itu memberi kita pengetahuan tentang ekspose perkara," tutur Hendy yang mengenakan kemeja lengan panjang ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan pada masa kepemimpinan Abraham Samad, Hendy kecewa. Pasalnya Abraham Samad tidak bekerja sesuai SOP. Hendy mencontohkan beberapa kasus yang dianggap tidak berdasarkan SOP seperti kasus yang melibatkan Miranda Goeltom dan Angelina Sondakh.

"Terkait penetapan Miranda Goeltom, saya bilang ke Pak Samad bahwa tidak ada bukti. Kami tidak mau munafik dan kalau ada penetapan tersangka tapi buktinya tidak cukup kuat, itu kan menjadi beban moral," keluh Hendy.

Hendy sendiri ikut sebagai penyidik dalam kasus suap Wisma Atlet yang menyeret Angelina Sondakh ke pengadilan. Bahkan, Hendy menuding map penetapan tersangka Angelina yang dipamerkan oleh Abraham Samad pada Februari 2012 lalu hanyalah sebuah map kosong.

"Jadi map yang dipamerkan oleh Abraham Samad ke media, itu kosong tidak ada surat perintah penyidikan (Sprindik)," ungkapnya.

Kompol Hendy F Kurniawan merupakan salah satu eks penyidik KPK dari unsur Polri yang mengikuti pertemuan tertutup dengan Komisi III DPR pekan lalu. Rapat itu bertujuan untuk mengorek jeroan KPK, mulai dari urusan penyadapan sampai stigma negatif terhadap pimpinan KPK. Dalam rapat itu, Hendy bercerita tentang alasannya tidak memperpanjang masa baktinya di KPK.

(rvk/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini