GP Ansor DKI Desak Demokrat Pecat Sutan Bhatoegana

GP Ansor DKI Desak Demokrat Pecat Sutan Bhatoegana

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Selasa, 27 Nov 2012 14:08 WIB
GP Ansor DKI Desak Demokrat Pecat Sutan Bhatoegana
Jakarta - Gerakan Pemuda Ansor menggeruduk kantor DPP Partai Demokrat di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. Organisasi sayap pemuda Nahdlatul Ulama (NU) ini mendesak agar Partai Demokrat memecat kadernya, Sutan Bhatoegana karena dinilai telah mencoreng nama baik almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

"Jadi tuntutan kami sebagai Pemuda Ansor, pertama kami meminta Sutan Bhatoegana dipecat," ujar Sekjen GP Ansor DKI Jakarta, Abdul Azis usai demosntrasi di depan kantor DPP Demokrat, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (27/11/2012).

Azis mengatakan pihaknya akan tetap mengawal untuk memastikan Sutan Bhatoegana meminta maaf secara langsung. Jika dalam waktu dua hari politikus Demokrat tersebut belum menyampaikan permintaan maaf, Azis mengancam akan menggelar aksi lebih besar lagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Azis juga mengatakan pihaknya tidak memilih partai binaan SBY ini di pemilu 2014 jika segala tuntutannya tidak dipenuhi.

"Sutan hanya meminta maaf kepada keluarga, tetapi karena Gus Dur merupakan tokoh nasional, maka dia harus meminta maaf secara umum kepada warga Indonesia dan khusus keluarga Ansor di seluruh Indonesia," cetusnya.

Dia juga mengatakan permohonan maaf yang telah disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum masih belum cukup. Karena menurutnya, yang semestinya meminta maaf adalah Sutan.

"Anas sudah minta maaf tidak ada urusan. Ini personal statement Sutan, secara etika tidak pantas tidak bermoral karena tidak mengajarkan pendidikan politik yang baik. Selain permintaan maaf Anas tidak cukup, tetapi Anas harus memecatnya karena ini permasalahan moral," tuturnya.

Soal ucapan mengenai Gus Dur itu bermula dari diskusi tentang Migas di DPD Senayan, Jumat (23/11). Saat itu Adhie Massardi, yang pernah menjadi juru bicara Presiden Gus Dur, terus menyerang pemerintahan SBY. Hingga kemudian, Adhie membandingkan dengan pemerintahan Gus Dur yang bersih.

"Saya bilang, kalau bersih kenapa turun di tengah jalan? Tapi secara pribadi saya sudah meminta maaf kepada keluarga Gus Dur, tidak bermaksud apa-apa. Itu hanya diskusi karena dipancing Adhie," jelas Bhatoegana.

Bhatoegana berharap Adhie Massardi fair. Ucapan di diskusi harus disikapi secara dewasa, sesuai dengan apa yang ada. Dalam diskusi pun berkali-kali Adhie menyerang SBY, mulai dari melindungi koruptor hingga menjual Indonesia ke asing lewat kontrak minyak.

Atas masalah yang timbul ini Bhatoegana telah menelepon suami Yenny Wahid, yang juga rekannya di Komisi VII DPR.

(rmd/nwk)


Berita Terkait