"Saya sebenarnya nggak butuh buku, cuma buat formalitas saja biar kelihatan serius, hehehe," kata Yudi dengan nada bercanda ketika ditanya tentang manfaat kemampuan mengingatnya dalam kehidupan sehari-hari.
Hal itu dikatakan Yudi ketika dihubungi detikcom, Selasa (27/11/2012). "Waktu presentasi biasanya orang gugup karena tak hafal runtutan apa yang akan dia sampaikan. Nah di situ, saya tidak perlu ragu lagi, percaya diri," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pas kuliah saya itu biasa saja, nggak yang belajar serius. Tapi ya lulus saja, tepat waktu," kata Yudi yang menempuh pendidikan di ITB tahun 2006-2010 ini.
Hobinya malah bukan membaca, namun olahraga. "Saya suka renang, saya suka futsal, olahraga seperti biasa. Justru tidak terlalu suka membaca," tuturnya.
Dalam blognya Yudi menuliskan hanya ada 122 orang di dunia yang meraih gelar Grand Master of Memory ini, 4 orang di antaranya dari Indonesia. "4 orang dari Indonesia itu ialah Prapti Hartiningsih, Titiani Loren, Wiwik Setyowati, dan saya sendiri Yudi Lesmana," demikian tulis Yudi dalam blognya.
(/)










































