"Kalau kita lihat dari segi politik praktisnya memang betul jika Pak JK dan Pak Ical maju bisa-bisa Golkar pecah suaranya. Pak JK itu kan dikenal sebagai mantan Ketua Umum Partai Golkar. Tetapi itu hak beliau sebagai warga negara yang tidak bisa dilarang," kata Akbar.
Hal ini disampaikan Akbar kepada detikcom, Selasa (27/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin Pak JK mendengar dengan baik apa yang disampaikan Aburizal. Aburizal mengatakan Pak JK kalau mau capres ya silakan menggunakan partai lain. Mungkin ini menjadi catatan yang selalu diingat oleh beliau. Kita tidak bisa melarang apalagi ada tanda-tanda beliau mendapatkan kesempatan dari PDIP," kata penggagas Golkar Baru pada Pemilu 2004 ini.
Namun sebagai senior di Golkar, Akbar memberikan saran. Dia mengimbau Ical dan JK duduk bersama demi soliditas Golkar.
"Diharapkan ada satu pertemuan membangun soliditas partai ini saya kira," ungkapnya.
Jika pertarungan memang tak bisa dihindari, maka Akbar belum menentukan akan berpihak kepada siapa. "Kita lihat nanti, kan kita belum tahu kalah menang itu ada waktunya sendiri," tandas eks Ketua DPR ini.
(van/nrl)











































