Membangun sistem itu bisa dimulai dengan cara memberangus pungutan liar pembuatan kartu tanda penduduk (KTP).
"Contohnya ya yang kecil-kecil kayak ngurus KTP terus ada pungutan. Kalau bisa dipercepat ya kenapa tidak. Ngurus izin berbulan-bulan ya kalau bisa dipercepat ya akan mengurangi," kata Jokowi saat akan berangkat ke KPK dari Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (27/11/2012).
Dalam kunjungannya ke KPK, Jokowi mengaku untuk memenuhi undangan Ketua KPK Abraham Samad dan bukan untuk melaporkan anak buahnya yang terindikasi korupsi.
"Oh tidak, tidak sama sekali, bukan itu. Pak Abraham Samad mengundang kami ke sana untk diskusi masalah kemitraan. Masalah kemitraan seperti apa saya nggak ngerti tanyanya setelah saya dari sana," ujar Jokowi yang menumpang Kijang Innova hitam saat pergi ke KPK ini.
Menurut Jokowi, kedatangannya ke KPK juga tidak terkait laporan PPATK beberapa waktu lalu yang menyebutkan Pemprov DKI sebagai provinsi terkorup. Namun Jokowi bertekad untuk memperbaiki semua di lingkungannya.
"Pokoknya kita ingin semuanya kita perbaiki. Nanti kalau sudah ketemu Ketua KPK baru saya bicara," ujar eks walikota Solo ini.
Jokowi tiba di gedung KPK pukul 11.00 WIB. Pertemuan dia dengan pimpinan KPK masih berlangsung. KPK ingin menjadikan Pemprov DKI Jakarta sebagai role model pemberantasan korupsi.
(nwy/nrl)











































