Hal itu disampaikan Duta Besar RI Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Republik Federal Jerman Dr. Eddy Pratomo saat dihubungi detikcom melalui saluran telepon, Selasa (27/11/2012), menyusul buntut heboh kunjungan Baleg DPR RI baru-baru ini.
"KBRI selama ini selalu mendukung seluruh kunjungan kerja yang memang mempunyai tujuan dan visi jelas serta berkonsultasi dengan kementerian terkait dalam mendiskusikan substansi maupun lembaga yang akan dikunjungi," ujar Dubes.
Lanjut Dubes, mengingat pentingnya setiap Kunker DPR ke Jerman yang memerlukan tindaklanjut di masa datang, KBRI selalu membuat catatan dan dokumentasi untuk kepentingan dinas yaitu pelaporan ke pemerintah pusat dan tidak pernah menyampaikannya kepada publik.
"Dengan demikian sekiranya terdapat dokumentasi yang diunggah ke media sosial, maka dapat dipastikan bukan berasal dari KBRI. Tidak logis kami berbuat begitu," tegas diplomat karir Kemlu RI asal Semarang ini.
Menurut Dubes, di Jerman siapa pun apalagi organisasi mahasiswa seperti PPI memiliki kebebasan untuk membuat appointment (janji) dengan lembaga setempat, tanpa sepengetahuan KBRI. Jika kebebasan di Indonesia sudah sedemikian rupa, konon lagi di Jerman.
"Tidak benar bahwa mereka itu staf KBRI, apalagi sampai dikatakan KBRI ngerjain para wakil rakyat yang terhornat," tegas Dubes.
Dubes juga menjelaskan bahwa pihak KBRI juga selalu menyambut baik ajakan dialog dari seluruh komponen warga Indonesia di Jerman dengan pejabat dari lembaga negara Indonesia yang berkunjung ke Jerman.
"Pertemuan semacam itu justru diharapkan akan menjadi forum komunikasi seluruh komponen bangsa," terang Dubes.
Disebutkan bahwa pada kunjungan kerja Baleg DPR RI kali ini, KBRI telah menyelenggarakan pertemuan formal dengan delegasi bertempat di KBRI Berlin.
Dalam pertemuan tersebut KBRI menyampaikan gambaran mengenai pokok-pokok dari UU Keinsinyuran di beberapa negara bagian di Jerman yang dapat dimanfaatkan dalam penyusunan RUU Keinsinyuran Indonesia. Pertemuan dipimpin langsung oleh Dubes Dr. Eddy Pratomo dan Ketua Delegasi Baleg DPR RI Sunardi Ayub Mohammad.
"KBRI selalu memberikan dukungan penuh dan fasilitasi yang diperlukan oleh DPR dalam setiap kunjungannya. KBRI juga selalu berupaya menjembatani dialog antar unsur-unsur masyarakat di Jerman dengan setiap delegasi kunker DPR RI, meskipun tidak selalu berhasil," pungkas Dubes.
Sebelumnya, Ketua DPR RI Marzuki Alie menuding KBRI Berlin sengaja mengerjai delegasi Baleg DPR RI yang studi banding ke Jerman, menyusul aksi PPI menyelinap ke ruang pertemuan dan mengunggah rekaman video di Youtube, sehingga publik bisa tahu kinerja kunker DPR RI. (/)











































