Melalui surat teguran tersebut, seperti disampaikan sumber detikcom dari petinggi NasDem Jawa Timur, Selasa (27/11/2012), DPP Partai NasDem menyampaikan kekecewaan mendalam karena isu Surya Paloh ingin mengambil alih posisi Ketua Umum Partai NasDem membuat internal partai kurang kondusif. Karena isu tersebut telah memicu terjadinya saling curiga di internal ormas dan kader NasDem.
Tedjo yang mengungkap Surya Paloh ingin mengambil alih Partai NasDem dinilai memancing spekulasi seolah-olah ada agenda setting, ada yang mengkondisikan, ada kesengajaan memecah belah partai dan membuat lemahnya konsolidasi Partai NasDem. Isu yang digulirkan Tedjo juga dinilai memperburuk citra NasDem dan merusak citra Surya Paloh di kalangan eksternal. Ditegaskan pada saat ini seluruh jajaran Partai Nasdem sedang konsentrasi demi suksesnya proses verifikasi faktual KPU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itulah DPP Partai NasDem melayangkan surat teguran kepada Tedjo. DPP Partai NasDem meminta Tedjo untuk tidak tidak mengulangi manuver politik yang tidak perlu tersebut. Karena soliditas internal dan citra positif di eksternal perlu dijaga Partai NasDem di tengah konsolidasi menuju Pemilu 2014.
Surat teguran DPP NasDem itu ditandatangani oleh Ketua Umum Patrice Rio Capella dan Sekjen Ahmad Rofiq. Surat itu telah diterima NasDem Jawa Timur pada Senin (26/11/2012) kemarin.
Sebelumnya diberitakan Tedjo yang juga mantan KSAL mengungkap rencana Surya Paloh mengambil alih posisi Ketua Umum Partai NasDem. Menurut Tedjo, Surya Paloh akan mengambil alih posisi puncak di NasDem tersebut pada Kongres Partai Nasdem awal tahun 2013 nanti. Ketua Umum Partai NasDem Patrice Rio Capella yang mengaku telah bekerja siang dan malam untuk kesuksesan NasDem lolos verifikasi parpol di KPU pun pasrah jika posisinya diambil Surya Paloh. Namun Patrice menegaskan bahwa Surya Paloh tak bisa sembarangan mengambil alih posisi tanpa melalui mekanisme sesuai ADART.
(van/asy)










































