"Nanti siang jam 13.00 WIB, hanya pak Rudy yang kami panggil," kata ketua BK M Prakosa kepada detikcom, Selasa (27/11/2012).
Menurut Prakosa, tidak seperti sebelumnya dalam satu hari ada lebih dari satu orang yang dipanggil BK, kali ini pemanggilan hanya dilakukan terhadap Rudy Setyopurnomo. BK DPR akan memintai sejumlah klarifikasi terhadap Dirut Merpati itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya mengapa tidak langsung dikonfrontir dengan keterangan yang berbeda karena Rudy sudah pernah dipanggil sebelumnya, Prakosa menjelaskan klarifikasi masih perlu dilakukan sebelum konfrontir.
"Tidak, konfrontir nanti dilakukannya. Kita mintai klarifikasi dahulu," jawab politikus PDIP itu.
Sebagaimana diketahui, pada Selasa (20/11) BK DPR sudah pernah memanggil Rudy Setyopurnomo untuk dimintai keterangan terkait keterangan Menteri BUMN Dahlan Iskan kepada BK DPR tentang upaya pemerasan dari anggota DPR kepada Dirut Merpati.
Berdasarkan keterangan, Dahlan Iskan melaporkan upaya pemerasan yang terjadi pada PT Merpati Nusantara Airlines berdasarkan laporan Rudy Setyopurnomo di mana pemerasan terjadi pada saat Merpati dipimpin oleh Dirut sebelumnya Sardjono Jhony Tjitrokusumo.
Namun, mantan dirut yang akrab disapa Jhony itu justru membantah telah terjadi upaya pemerasan terhadap PT Merpati dibawah kepemimpinannya. "Tidak ada yang minta upeti dan tidak ada yang bayar-bayar," ujar Jhnoy Senin, (26/11).
Jhony bahkan melaporkan Rudy Setyopurnomo kepada Polda Metro Jaya pada Jumat (2/11), karena ia merasa namanya telah tercemar lantaran tuduhan dirinya menyetorkan uang ke DPR.
"Dalam pertemuan itu, dia (RSP) menyampaikan bahwa saya sebagai Direktur lama menjanjikan uang Rp 18 Milyar pada DPR dan telah membayar Rp 5 milyar," kata Jhony di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (2/11/2012).
(bal/mpr)











































