Puluhan Wali Murid SMK Grafika Tak Mau Pulang Hingga Anaknya Bebas

Puluhan Wali Murid SMK Grafika Tak Mau Pulang Hingga Anaknya Bebas

Nur Khafifah - detikNews
Selasa, 27 Nov 2012 06:46 WIB
Puluhan Wali Murid SMK Grafika Tak Mau Pulang Hingga Anaknya Bebas
wali murid menunggu di Polres Jaksel / Khafifah
Jakarta - Hingga pagi ini, wali murid dari siswa SMK Grafika yang ditahan karena membajak bus masih bertahan di Mapolres Jakarta Selatan. Mereka akan terus bertahan hingga anak-anaknya dibebaskan.

"Kami akan tetap bertahan disini hingga anak kami bebas," ucap salah seorang wali murid SMK Grafika Lebak Bulus, Budi, saat dihubungi detikcom, Selasa (27/11/2012) pukul 06.10 WIB.

Budi mengaku lelah karena sudah sejak Kamis (22/11) selalu menunggu anaknya di Mapolres Jakarta Selatan. Namun demi memperjuangkan kebebasan anak, dia tidak menghiraukan kondisi badannya tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lelah, tapi alhamdulillah masih cukup sehat. Bagaimanapun ini demi anak," tambah Budi.

Menurut informasi yang diterima Budi, pagi ini Kapolda Metro Jaya Irjen Putut Eko Bayuseno, akan hadir di Mapolres Jakarta Selatan pukul 06.00 WIB. Namun hingga saat ini beliau belum hadir. Ia berharap, dengan kehadiran Kapolda kebebasan anaknya segera terwujud.

Puluhan wali murid ini sudah berada di Mapolres Jaksel sejak tadi malam. Mereka menginap di Mapolres Jaksel untuk bertemu dengan kapolres agar dapat membebaskan anak-anak mereka.

Sebelumnya polisi menahan 35 siswa SMK Grafika yang terlibat dalam pembajakan bus P54 jurusan Depok-Grogol untuk menyerang STM Bunda Kandung. Akibat pembajakan bus itu, para siswa terancam hukuman penjara.

"Hukumannya pasal 368 KUHP yaitu perampasan dengan ancaman hukuman 9 tahun dan pasal 170 ayat 1 tentang perusakan barang secara bersama-sama ancaman 5 tahun penjara," ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKPB Hermawan, Kamis (22/11).

(/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini