"Kerja sama parlemen dua negara ini akan memberi kontribusi besar bagi kemerdekaan Palestina," kata Ketua Kaukus Parlemen untuk Timur Tengah, Muhammad Najib.
Hal itu dia sampaikan menjelang keberangkatan Rombongan Komisi I DPR ke Gaza di Bandara Soekarno-Hatta, Senin (26/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mesir akan menggalang suara dari negara-negara Asia dan Afrika, Indonesia menggalang suara dari negara Asia dan non blok," papar politikus PAN itu.
Najib mengatakan saat ini suara yang dibutuhkan untuk Palestina diakui di PBB telah cukup. Namun hal tersebut masih bisa berubah menjelang sidang PBB nanti.
"Saya berbicara dengan Fariz Mehdawi (Dubes Palestina), menurut dia di atas kertas jumlah 2/3 dari anggota majelis umum sudah melampui. Namun bukan mustahil, negara-negara itu mendapat tekanan," imbuhnya.
Palestina akan memperjuangkan keanggotaan penuh sebagai non goverment state di PBB dalam pemungutan suara 29 November mendatang. Tahun lalu, usaha Palestina terganjal veto Amerika Serikat di Dewan Keamanan.
(tor/ega)











































