"Longsor ini diluar kendali karena ada saluran yang menyempit. Menurut laporan yang saya terima, sejak zaman Belanda tidak pernah longsor di situ. Jadi tidak ada indikasi rawan longsor," kata Dahlan, Senin (26/11/2012).
Dahlan menyampaikan hal tersebut usai mengunjungi Sekolah Darurat Kartini di Jalan Lodan, Ancol, Jakarta Pusat. Dahlan menilai longsor yang terjadi di Cilebut beberapa waktu lalu adalah perubahan lingkungan di luar prediksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait persinyalan kereta api di Indonesia, Dahlan menyebutkan banyaknya perusahaan yang mengurus pembangunan sinyal kereta api dengan sistem berbeda berpotensi mengganggu kelancaran transportasi andalan mudik ini.
"Persinyalan ini dulu kan dibangun banyak perusahaan, misalnya negara ini membantu negara itu sistemnya beda-beda. Ini kan Rp 3 triliun untuk persinyalan KRL saja. Berbeda-beda sistem," ujar menteri eksentrik tersebut.
Perombakan sinyal dirasa Dahlan kurang tepat karena memakan dana yang tidak sedikit. "Harusnya dirombak tapi kan dananya banyak, paling sinkronisasi tapi ini sangat teknis saya belum melihat," ujarnya.
(vid/rmd)











































