Sulaiman Target Buruan Polda Jatim Kasus Bom
Sabtu, 18 Sep 2004 09:35 WIB
Sidoarjo - Nama Sulaiman sering ditanyakan penyidik kepada Rahmatullah yang ditangkap di Sidoarjo. Siapa dia? Masih misterius. Apalagi dia tidak masuk DPO (daftar pencarian orang). Namun dia rupanya menjadi target buruan.Saat diperiksa di Polres Sidoarjo, Rahmatullah kerap ditanya soal Sulaiman. Rahmatullah pun mengaku kenal dengan Sulaiman yang disebutnya sebagai orang baik dan santun."Memang benar Sulaiman itulah yang menjadi TO (target operasi) utama Polda. Tapi keterlibatannya dalam kasus bom Kedubes Australia belum jelas," kata Kapolres Sidoarjo AKBP Ronni F Sompie saat dihubungi detikcom, Sabtu (18/9/2004).Menurut dia, terlibat atau tidak maupun ada link atau tidaknya Sulaiman dalam kasus tersebut baru bisa diketahui kalau sudah diperoleh keterangan dari pihak yang bersangkutan."Kemungkinan keterkaitannya untuk sementara ini berhubungan dengan penyebaran ba'iat sebagai upaya pembentukan Negara Islam Indonesia (NII). Apakah ada keterkaitan bom dengan NII dan Sidoarjo dengan Jakarta, itu masih dicari tahu. Mungkin keterkaitannya tidak secara langsung. Mungkin ini sempalannya. Mereka kan sistemnya sel," papar Ronni.Nama Sulaiman mencuat atas ungkapan Rahmatullah yang ditemui wartawan di sebuah rumah di jalan Garuda 9 nomor 19 Perumahan Rewwin, Waru, Sidoarjo pada Jumat sore 17 September 2004."Saya kenal Sulaiman itu saja dikenalkan Prayitno, warga Sepanjang yang tinggal di rumah itu," kata Rahmatullah mengawali cerita.Waktu itu, kenang Rahmatullah, dirinya belum mempunyai tempat tinggal. Sementara istrinya, Farida sedang hamil tua. Kemudian dirinya ditawari oleh Prayitno untuk sementara menumpang di rumah di jalan Garuda itu."Di sana lah saya kenal Sulaiman. Dan beberapa kali kemudian pernah berkunjung ke rumah saya sekarang ini," jelasnya. Dia mengaku hubungannya dengan Sulaiman tidak begitu akrab dan mengenal jauh.Menurutnya, sosok Sulaiman itu orang yang baik dan santun. "Jika masuk mengucapkan, dan perilakunya santun. Ya kita ngobrol tentang kebaikan dan kebenaran. Makan dan minum pun kalau ada ya saya kasih," tambahnya. Namun secara detail, Rahmatullah mengaku tidak mengenal persis Sulaiman.Sebaliknya, Rahmatullah justru mengutuk perbuatan keji pengeboman di sejumlah daerah di Indonesia. Menurutnya, tidak ada perjuangan untuk Islam yang dilakukan dengan cara-cara keji seperti itu."Terus terang saya tidak setuju dengan cara-cara mereka. Perjuangan tidak dengan cara seperti itu. Kalau perang ya berhadap-hadapan, bukan melakukan pengeboman seperti itu. Amit-amit. Saya tidak setuju, karena korbannya justru orang-orang yang tidak salah," tukas Rahmatullah.
(sss/)











































