"Insya Allah kami akan berangkat nanti malam pukul 00.20 WIB langsung menuju Kairo (sebelum ke Gaza). Delegasi ini terkonfirmasi sampai beberapa menit lalu sebanyak 10 orang anggota dari semula 13 anggota komisi I," kata Ketua Komisi I Mahfudz Siddiq dalam jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/11/2012).
Menurutnya, rombongan Komisi I ke Gaza itu akan dipimpin langsung oleh dirinya, bersama dengan beberapa LSM yang akan membantu memberikan pertolongan kepada warga Palestina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menuturkan bahwa latar belakang Komisi I ke Gaza ini memang terkait dengan serangan militer Israel ke Gaza beberapa waktu lalu, juga perbincangan di antara Komisi I bahwa dalam situasi itu DPR RI perlu memberi dukungan politik untuk memperkuat eksistensi Palestina.
"Misi ini tujuannya adalah untuk menindaklanjuti rencana pemerintah membuka kantor perwakilan RI di Palestina, sampai hari ini hubungan diplomtik RI masih dihandle KBRI kita di Amman, Jordania. Kemlu masih koordinasi untuk membuka konsul kehormatan tahap pertama ini. Kita di komisi satu mengusulkan konsul itu dibuka di dua tempat yaitu di Tepi Barat dan Gaza, sehingga koneksitas bisa lebih terjaga," jelasnya.
Ia menuturkan, tujuan lainya adalah untuk membahas dan menggali informasi dari pihak berwenang menangani konflik ini secara lebih komprehensif dan peran Indonesia seperti apa. Komisi I menurutnya, akan bertemu dengan Presiden Palestina di Tepi Barat dan parlemen Palestina serta perdana meteri di Gaza.
"Kami sangat mendorong rekonsiliasi yang pernah digagas tapi macet, secara khusus nanti bersama lembaga kemanusiaan ini akan memberikan donasi rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina," ungkapnya.
Soal kemananan di Gaza selama kunjungan Komisi I, menurutnya saat ini sudah kondusif untuk memasuki Gaza, dan perwakilan Indonesia di Palestina sudah siap memfasilitasi kunjungan komisi I.
"Situasi di Gaza sudah kondusif, perwkilan di sana juga siap memfasilitasi, bahkan kami menambahkan akan bermalam di Gaza. Kalau pemerintah Israel tidak memberi akses di Tepi Barat, ini pertanda Israel sedang mengisolasi Tepi Barat dari komunitas internasional. Jadi saya kira ini akan jadi catatan tambahan yang perlu disikpai pemerintah Indonesia," kata politisi PKS itu.
(/rmd)










































