Para korban masing-masing, Marlintong Marbun, Jujur Sembiring, dan Nurdin Brutu. Marlintong kini dirawat di Rumah Sakit (RS) Bandung di Medan, sementara dua lainnya dirawat di RS Pertamina di Langkat.
Keterangan yang diperoleh menyebutkan, kasus ini bermula ketika Marbun menemukan peluru yang sudah berkarat di kaki kawasan hutan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) di Besitang, Minggu (25/11/201). Temuan itu kemudian dibawa ke warung dekat rumahnya di Desa Pir III C, Besitang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada yang menduga peluru itu masih aktif dan bisa meledak," kata Jujur Sembiring di RS Pertamina.
Ledakan yang terjadi sekitar pukul 20.30 WIB tersebut mengejutkan warga sekitar. Marbun menderita luka paling parah. Pergelangan tangan kanan dan tiga jari tangannya remuk. Sementara dua lainnya menderita luka di bagian paha dan badan.
Kepolisian Resor (Polres) Langkat segera turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang berjarak sekitar 120 kilometer dari Medan. Garis polisi dipasang dan penyelidikan tengah dilakukan.
(rul/trw)











































