"Saya lihat Pak Surya Paloh punya kepentingan nantinya bertanggung jawab membesarkan Partai NasDem. Beliau kan yang mendirikan Partai NasDem. Kalau dia menganggap sudah waktunya dia mau mengambil NasDem bisa saja, sejauh ini tentu prosedurnya diikuti melalui Munas dengan persetujuan seluruh jajaran partai dari pusat hingga daerah. Kalau tidak bisa menjadi persoalan ke dalam. Karena saat ini NasDem membutuhkan soliditas," kata Akbar saat berbincang dengan detikcom, Senin (26/11/2012).
Akbar menyampaikan pesan tersebut sebagai teman dekat. Akbar dan Surya Paloh pernah sama-sama di Dewan Pertimbangan Golkar sebelum Paloh yang dikalahkan Aburizal Bakrie di Kongres lantas memutuskan keluar dari Golkar dan mendirikan Partai NasDem.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejauh mereka selesaikan secara interen melalui mekanisme organisasi melalui anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, kalau proses itu diikuti tidak masalah," kata Akbar.
Surya Paloh juga diingatkan Akbar untuk tak menyepelekan kekuatan lain yakni Ketua Dewan Pakar NasDem Harry Tanoesoedibjo. Juga para tokoh muda yang saat ini ditempatkan di DPP NasDem tak sepatutnya disia-siakan.
"Jadi semua harus diperhatikan. Demi kekompakan dan soliditas di partai tersebut itu sangat penting. Dan nanti kalau benar-bernar terpilih maka pimpinan DPP Partai NasDem saat ini tentu tidak bisa begitu saja diabaikan. Karena peranannya besar, kerja kerasnya juga betul-betul. Jadi ini harus diperhatikan posisinya," tandasnya.
Surya Paloh berencana mengambil alih posisi Ketua Umum Partai NasDem. Rencananya Surya akan mengambil alih kendali NasDem pada kongres awal tahun 2013 nanti. Manuver Surya Paloh ini menimbulkan dinamika internal di Partai NasDem. Sejumlah pengamat melihat ada potensi perpecahan akibat manuver Surya Paloh.
(van/nrl)











































