Kemenhub Upayakan Rel Cilebut Dapat Beroperasi Hari Ini

Kemenhub Upayakan Rel Cilebut Dapat Beroperasi Hari Ini

- detikNews
Senin, 26 Nov 2012 02:02 WIB
Kemenhub Upayakan Rel Cilebut Dapat Beroperasi Hari Ini
Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus berusaha untuk menormalisasi rel kereta Cilebut Bogor. Kemenhub menyatakan percobaan akan dilakukan untuk mengetahui apakah fondasi tanah sudah siap untuk menahan beban.

"Jam 22.00 atau 23.00 WIB, malam ini kita coba. Kita akan uji coba, kita pasang Listrik Aliran Atas (LAA). Mudah-mudahan besok pagi, Senin (26/11/2012) tetap selamat. faktor keselamatan kita junjung tinggi. Malam ini kita coba dengan KRL yang sesungguhnya," ujar ujar Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono, usai acara Peringatan Korban Kecelakaan, di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (25/11/2012) malam.

Bambang juga menyatakan setelah uji coba yang dilakukan pada malam hari pihaknya masih akan melakukan pemeriksaan ulang. Nantinya apabila uji coba ini berhasil, 9 rangkaian KRL yang tertahan di Bogor akan dikeluarkan segera dikeluarkan. Sehingga diharapkan jalur perlintasan dapat berangsur normal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nanti untuk tahap awal ada pembatasan kecepatan 5-10 km/jam. Juga harus dilihat tekstur, mekanika tanah," terangnya.

Sementara untuk penyebab longsor Kemenhub masih melakukan penyelidikan. Hal ini dikarenakan, kejadian longsor tidak pernah terjadi di lokasi tersebut. "Penyebab diselidiki. Disitu itu tidak pernah longsor dan tidak ada arus aliran bawah tanah air. Yang kita ketahui, sungai meluap, menggenangi rel lalu terjadi longsor. Oleh karena itu masih kita lihat lagi," imbuhnya.

PT KAI menargetkan, seluruh proses perbaikan total akan selesai dalam waktu 21 hari. Perbaikan memakan waktu lama, karena PT KAI harus menata ulang tanah, memperkuat atau memadatkan landasan rel, dan membuat rekayasa agar aliran air di lokasi tidak mengakibatkan kejadian serupa.

Hari ini, lokasi longsor dikunjungi Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono. Heryawan fokus pada rencana upaya penanganan bencana dan rencana relokasi, sedangkan Bambang menyatakan perlunya angkutan alternatif untuk mengatasi kekosongan jalur KRL Bogor-Cilebut dan upaya mencegah longsor serupa di masa mendatang.

(riz/fjp)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads