SBY Terima Peserta World Peace Forum di Istana Bogor

World Peace Forum

SBY Terima Peserta World Peace Forum di Istana Bogor

Muhammad Iqbal - detikNews
Minggu, 25 Nov 2012 15:35 WIB
SBY Terima Peserta World Peace Forum di Istana Bogor
Jakarta -

Memasuki hari keempat World Peace Forum (WPF) yang digelar oleh Muhammadiyah, para peserta mendapat sambutan dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Presiden menerima sekitar 150 peserta WPF di Istana Bogor didampingi para menteri KIB II.

Pantauan detikcom, di Istana Bogor, Jawa Barat, Minggu (25/11/2012), para peserta World Peace Forum IV yang berasal dari 21 negara, tiba di istana presiden menggunakan empat bis dan kendaraan kedutaan sekitar pukul 13.00 WIB. Para aktivis perdamaian yang sebagian besar mengenakan batik itu menempati kursi di ruang Garuda Istana Negara, Bogor.

Sekitar 30 menit kemudian Presiden SBY, didampingi Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, dan Ketua Cheng Ho Multi Culture Trust Malaysia, masuk mengisi kursi di bagian depan. Dalam sambutannya, Din Syamsuddin menyatakan selama tiga hari WPF telah melahirkan banyak gagasan tentang pentingnya demokrasi seperti yang telah dicapai oleh Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selama tiga hari ini para peserta secara aktif telah tukar-menukar pikiran tentang demokrasi multikultral, bahwa multikulturalisme adalah ide dan paham kemajemukan. Dalam pandangan kami dan Muhammadiyah, multikulturalisme adalah satu kenyataan dan bisa kami katakan ini sunnatullah, oleh karena itu kemajemukan dengan bhineka tunggal ika adalah anugerah Ilahi," kata Din di Ruang Garuda.

Din menilai demokrasi adalah pilihan terbaik untuk masyarakat dunia saat ini namun dengan penanaman etika dan moral yang tinggi. "Dari WPF keempat, telah mengemukan beberapa ide bahwa demokrasi adalah pilihan ideal bagi masyarakat dunia saat ini, namun demokrasi yang berdasarkan liberty dan equality harus dinafasi etika dan moral," ujar Din menambahkan.

Menurut Din, penerapan demokrasi dalam multikultural perlu mengutamakan nilai multikutural itu sendiri, antara lain siap hidup berdampingan antar sesama.

"Peserta sangat kagum dengan istana Bogor selain demokratisasi Indonesia. Ingin kami laporkan bahwa selama World Peace Forum ini dilangsungkan acara informal tentang Moro Islamic Liberty Front dalam mendukung perdamian Filipina Selatan. Ini kontribusi Muhammadiyah bagi bangsa dan negara," ucap Din.

WPF IV ini diselenggarakan Muhammadiyah bekerjasama dengan Cheng Ho Multi Culture Trust Malaysia, dan Centre For Dialog and Cooperation among Civilitation (CDCC). Tema yang diangkat dalam forum ini adalah 'Consolidating Multicultural Democracy'.

Hadir dalam pertemuan itu sejumlah menteri, yaitu Menlu Marti Natalegawa, Menpora Andi Malaranggeng, Mendagri Gamawan Fauzi, Menteri Agama Surya Darma Ali, Menkominfo Tifatul Sembiring, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Menko Perekonomian Hatta Radjasa, Seskab Dipo Alam, dan Mensesneg Sudi Silalahi.

Sebanyak 50 tokoh dunia dihadirkan dalam forum yang digelar mulai 23-25 November di Hotel Novotel Bogor. WPF IV diikuti oleh 200
peserta dari dalam dan luar negeri. Peserta luar negeri berjumlah 100 orang diantaranya perwakilan tokoh politik, pemimpin organisasi, akademisi dan aktivis perdamaian.

(vid/vid)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads