Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Sumarmo mengatakan, penangkapan dilakukan Minggu (25/11/2012) sekitar pukul 04.00 WIT. Ketiganya ditangkap saat tengah terlelap tidur dan tanpa perlawanan.
"Mereka masih satu jaringan dengan beberapa orang terduga teror yang ditangkap di Poso beberapa waktu lalu," kata Sumarmo saat dikonfirmasi via telepon, Minggu (25/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, polisi juga menyita beberapa buku seruan jihad dari rumah para terduga teroris. Saat ini Densus 88/Antiteror masih melakukan pengembangan terhadap ketiganya.
Sebelumnya, Rabu (7/11/2012) lalu, aparat gabungan TNI/Polri menemukan lahan seluas 2 hektare di wilayah Tamanjeka, Desa Masani, Poso, Sulteng, yang diduga dijadikan tempat pelatihan kelompok teroris. Namun petugas tidak menemukan seorang pun pelaku teror yang berlatih di kawasan tersebut dan hanya menemukan peralatan yang diduga sebagai alat pelatihan.
Di lokasi tersebut, petugas menemukan pondokan dengan beberapa lubang di tanah yang diduga dijadikan sebagai tempat persembunyian. Selain itu ditemukan juga senjata api rakitan, 5 butir amunisi, 4 kampak, 5 pisau, kabel, baterai, adaptor dan papan tulis. Barang bukti itu diamankan di posko yang dibangun Satgas di Tamanjeka.
(ahy/try)











































