Kisah Mereka yang Bertahan Hidup dengan Banjir Tahunan

Kisah Mereka yang Bertahan Hidup dengan Banjir Tahunan

Nur Khafifah - detikNews
Minggu, 25 Nov 2012 01:09 WIB
Kisah Mereka yang Bertahan Hidup dengan Banjir Tahunan
Jakarta - Bagi sebagian warga Pondok Labu, Jakarta Selatan, banjir sudah menjadi seperti tamu yang rutin mengunjungi pemukiman mereka saat musim hujan tiba, utamanya mereka yang tinggal di bantaran sungai di ibu kota.

Salah seorang warga di RT 07, Pondok Labu, Parwati (45), banjir kali ini yang melanda pemukimannya cukup berbeda dengan banjir di tahun-tahun sebelumnya.

"Debit airnya cepet banget. Tidak sampai 15 menit sudah datang banjir besar. Tadi banjirnya bersamaan dengan hujan deras di sini. Kami keteteran mau menyelamatkan barang-barang ," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengaku tidak banyak menyelematkan barang-barang miliknya dari terpaan banjir. Yang terpenting adalah menyelamatkan anak-anaknya, buku pelajaran, dan beberapa surat berharga.

Dua hari sebelumnya, Parwati sudah melakukan antisipasi dalam menghadapi banjir. Ini dia lakukan berkaca dari pengalaman-pengalaman banjir yang kerap melanda setiap tahunnya. Namun sayang, antisipasinya itu dirasakan tidak begitu maksimal.

"Tahun lalu buku anak saya habis semua. Dia belajar dengan fotocopy buku milik temannya. Jadi kali ini, saya sudah amankan buku-bukunya di dalam tas. Tapi barang-barang lain tidak sempat lagi," ujarnya.

Meski setiap tahun bejibaku dengan ancaman banjir yang kerap menghantui pemukiman dia tinggal, Parwati yang sudah sejak kecil tinggal di kawasan tersebut tidak berniat pindah rumah ke lokasi yang lebih aman. Menurutnya, pindah rumah itu bukan sekedar memindahkan tempat tinggal, namun juga kenyamanan.

"Warga disini sudah dekat semua, kami seperti keluarga. Belum tentu di tempat lain bisa seperti ini. Kami sudah nyaman," tambahnya.

Selain itu, kendala ekonomi dan kemudahan akses juga merupakan alasannya untuk tetap bertahan di kampung ini.

"Pindah rumah itu kan mahal. Disini juga kalau mau kemana-mana enak. Transportasinya mudah," ucapnya.

Dia berharap pemerintah segera memberikan tindakan nyata terkait banjir rutin tersebut. "Harapan kami, yang penting pemerintah segera melakukan pengerukan di kali Grogol ini, karena kondisinya sudah sangat dangkal. Lebarnya juga sudah semakin berkurang," pungkasnya.

(ahy/ahy)


Berita Terkait