Seperti dituturkan salah seorang orangtua murid salah satu siswa, Cholavisasa (30), saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (24/11/2012) malam.
Awalnya, dia beserta sembilan orangtua murid lainnya tengah bejibaku membersihkan sampah-sampah yang menumpuk di sekitar lapangan sekolah atas inisiatif sesama orangtua murid. Sampah tersebut menumpuk setelah terseret arus air dari Kali Pesanggrahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelan-pelan air mulai masuk dan turun ke sekolah," kisah Cholavisasa.
Dia menduga banjir yang mulai menggenangi sekolah tersebut akibat kiriman air dari Bogor dan berakibat meluapnya Kali Pesanggrahan yang terletak tidak jauh dari belakang sekolah.
"Waktu kita kerja bakti itu cerah, tidak ada hujan. Kemungkinan banjir kiriman, tinggi air diperkirakan 70 centimeter," ujarnya.
Air rupanya dengan cepat merendam sekolahan. Bila banjir sebelumnya hanya menggenangi lapangan, banjir kali ii sudah mulai masuk ke ruang-ruang kelas yang ada di sekolah tersebut.
"Akibatnya anak-anak kami harus belajar di mushala sekolah," tutur Cholavisasa.
(ahy/ahy)











































