"Kalau Jokowi sendiri, dan masyarakat tak mau berubah sulit untuk menyelesaikan masalah," jelas pengamat perkotaan Yayat Supriyatna saat berbincang, Sabtu (24/11/2012).
Yayat menjelaskan, Jokowi pun harus tahan banting. Pemimpin memang harus siap tidak populer. Diyakini kebijakan Jokowi untuk mengatasi banjir dan macet tentu akan menghadapi tantangan.
"Ada protes dan demo wajar. Masyarakat juga harus siap untuk tidak enak, sebelum akhirnya menjadi enak," jelasnya.
Jadi ada pengorbanan yang mesti dilakukan warga. Walau tetap, kalau ada kebijakan yang dinilai melanggar aturan harus dikritisi. Tapi intinya semua ada di tangan warga Jakarta.
"Misal macet, suatu saat masyarakat harus dipaksa dengan keadaan untuk memilih angkutan umum. Tentu setelah angkutan umum diperbaiki," terang Yayat.
(ndr/tor)











































