Meski Terendam Banjir, Warga Cilacap Enggan Mengungsi

Meski Terendam Banjir, Warga Cilacap Enggan Mengungsi

Arbi Anugrah - detikNews
Sabtu, 24 Nov 2012 12:04 WIB
Meski Terendam Banjir, Warga Cilacap Enggan Mengungsi
Cilacap - Ratusan warga korban banjir di Kecamatan Sidareja, Cilacap, Jawa Tengah pada hari ketiga ini masih banyak yang enggan untuk di evakuasi. Meski rumahnya sudah tergenang banjir cukup tinggi, namun belum semua warga bersedia untuk menggungsi.

Salah satunya adalah Setiyati (50), warga Gunungreja, Kecamatan Sidareja,Cilacap. Dirinya masih enggan untuk di evakuasi oleh Tim SAR yang datang lokasi banjir.

"Banjirnya masih biasa. Nanti saja ngungsinya kalau hujan turun lagi baru saya mau mengungsi," kata Setiyati kepada wartawan, Sabtu (24/11/2012). Saat di temui di rumahnya yang rumahnya sudah terendam hingga 1 meter lebih.

Dari pantauan reporter detikcom dilokasi banjir Sidareja rata-rata rumah sudah terendam hingga setinggi dada orang dewasa. Warga yang enggan mengungsi rata-rata berada di sekitar rumah untuk menjaga barang-barang dan hewan ternaknya.

"Saya menjaga rumah karena banyak ternak," kata Sodlan (41).

Saat ini warga yang rumahnya terendam di ungsikan di sekitar lokasi banjir ada tiga lokasi pengungsian yakni Koramil Sidareja, kantor kecamatan Sidareja dan bangunan ruko. Sementara menurut Camat Sidareja, Awaluddin Mu'uri. Saat ini terdapat 3.300 rumah yang terendam di Kecamatan Sidareja dan terdapat sekitar 3.600 Kepala Keluarga di 7 desa yang terendam di kecamatan Sidareja, yakni Desa Sidareja, Sudagaran, Sidamulya, Tegalsari, Gunungreja, Tinggarjaya, dan Margasari

"Ada 3.300 rumah yang terendam di Kecamatan Sidareja dan terdapat sekitar 3.600 Kepala Keluarga di 7 desa," kata Awaluddin.

Menurut dia, hujan yang terus turun sejak kamis sampai jumat dini hari menyebabkan ketinggian air mencapai 1,5 meter. Sementara warga yang mengungsi ada 200 jiwa.

"Saat ini BPBD Cilacap sudah menyalurkan bantuan logistik, peralatan evakuasi seperti perahu, mesin tempel perahu dan mendirikan posko di Kecamatan. Dapur umum juga baru datang," ungkapnya.

(lh/lh)


Berita Terkait